Annisa Rengganis Dorong Perempuan Aktif Menulis Ala Kartini

  • 22 Apr 2026 09:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • R.A. Kartini menjadi teladan perempuan Indonesia untuk aktif menulis dan melakukan korespondensi sebagai sarana menyampaikan gagasan.
  • Melalui surat-suratnya, Kartini membangun komunikasi lintas budaya, menyuarakan kritik sosial, serta memperjuangkan kesetaraan di tengah keterbatasan.
  • Kumpulan surat Kartini diakui sebagai UNESCO Memory of the World, menegaskan nilainya sebagai dokumen penting diplomasi budaya dan sejarah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Staf Khusus Kementerian Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya, Annisa Rengganis mendorong perempuan Indonesia untuk aktif menulis dan melakukan korespondensi. Kegiatan ini merupakan bagian dari sikap meneladani semangat R.A. Kartini dalam menyampaikan gagasan melalui tulisan.

Ia mengatakan Kartini menulis secara reflektif dengan menggunakan pengalaman pribadi dan pendekatan emosional. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh penting bagi perempuan masa kini dalam mengekspresikan pemikiran.

"Saya berharap perempuan-perempuan hari ini bisa meniru Kartini yang aktif melakukan korespondensi dan menulis," katanya dalam gelar wicara 'Perempuan Bermimpi, Perempuan Menginspirasi', Museum R.A Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026. Ia menjelaskan, melalui surat-suratnya, Kartini tidak hanya menulis, tetapi juga melakukan komunikasi lintas budaya yang kuat dan intens.

Dalam tulisannya, lanjutnya, Kartini menyampaikan kritik sosial, gagasan, serta harapannya di tengah keterbatasan akibat kolonialisme. Tidak hanya itu, adapun budaya feodal, dan ketidaksetaraan gender.

Ia menilai, justru dalam kondisi terbatas tersebut, Kartini mampu membuka ruang dialog dan menghadirkan berbagai kemungkinan melalui tulisan. Hal ini menjadikan surat-surat Kartini relevan hingga saat ini sebagai sarana pertukaran gagasan dan diplomasi budaya.

Lebih lanjut, ia menyebut kumpulan surat Kartini telah diakui sebagai bagian dari UNESCO Memory of the World. "Melalui kolaborasi Arsip Nasional Republik Indonesia dengan lembaga arsip di Leiden dan Universitas Leiden," ucapnya.

Menurutnya, pengakuan tersebut menegaskan bahwa surat-surat Kartini bukan sekadar catatan pribadi. Melainkan dokumen penting komunikasi lintas budaya yang memiliki nilai historis tinggi.

Sementara itu, melalui pemikirannya, Kartini berupaya mengungkapkan gagasan yang mendobrak tradisi serta mengangkat harkat dan martabat perempuan. Demikian disampaikan oleh Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana.

"Ibu Kartini mampu mengeluarkan gagasan-gagasan dan pikiran-pikirannya Arti penting seorang wanita. Seorang perempuan yang bisa mengungkapkan gagasan-gagasannya dan mencoba mendobrak tradisi," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....