Momen Hari Kartini, Atalia Ajak Perempuan Perkuat Sinergi Bangun Bangsa

  • 21 Apr 2026 16:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Atalia Praratya mengajak perempuan terus belajar dan membangun jejaring pada momentum Hari Kartini.
  • Solidaritas antarperempuan dinilai menjadi kunci keberhasilan melalui semangat “women support women”.
  • Perempuan sebagai setengah populasi memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa yang inklusif.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gema perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali mengetuk pintu sanubari setiap perempuan di seluruh penjuru tanah air Indonesia tercinta. Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Atalia Praratya mengajak kaum hawa meresapi makna semangat belajar dan saling mendukung.

Atalia Praratya atau yang akrab disapa Ibu ‘Cinta’ ini berpesan agar api semangat untuk menimba ilmu pengetahuan tidak pernah padam meski zaman terus berganti rupa. Menurutnya, sosok Kartini mampu memiliki pandangan melampaui masanya karena ia memeluk erat pendidikan dan tekun merajut jalinan persaudaraan.

“Di momen Kartini ini, kita harus saling mengingatkan bahwa jangan pernah berhenti untuk belajar. Kartini, kemudian dia bisa mampu untuk mendapatkan wawasan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan perempuan lain adalah karena dia terdidik, dan dia mau belajar dan dia membangun jaringan,” kata Atalia kepada RRI, Selasa, 21 April 2026.

Langkah kaki menuju masa depan yang cerah harus diawali dengan keberanian untuk terus memperkaya diri dengan wawasan baru. Ia menilai jalinan jejaring yang kuat antar sesama perempuan akan menjadi lentera penerang dalam menapaki jalan panjang menuju kesuksesan.

Menurutnya, puncak keberhasilan yang hakiki tidak akan pernah bisa digapai jika hanya berjuang dalam kesendirian tanpa dukungan sesama. Ia menegaskan bahwa sikap saling menjaga dan menguatkan antarperempuan merupakan kunci utama untuk membuka pintu kemandirian bagi kaum hawa.

“Ayo kita semangat untuk terus belajar dan membangun jaringan ke depannya, dan yang kedua adalah bagaimana untuk menjadi sukses, kita tidak bisa sendirian. Perempuan harus saling support, jadi women support women adalah kunci bagi kita semua, jangan irian-irian,” ujar Atalia.

Atalia berharap agar awan hitam rasa iri tidak lagi menghalangi langkah mulia para perempuan yang sedang bertumbuh saat ini. Ia menyebut rasa haru dan kesedihan harus diubah menjadi energi positif agar semua pihak dapat melangkah harmonis menuju cita-cita.

Menurutnya, denyut nadi pembangunan bangsa Indonesia sangat bergantung pada separuh populasi yang kini diisi oleh tangan-tangan lembut kaum perempuan. Ia memandang besarnya jumlah penduduk perempuan sebagai kekuatan besar yang tidak boleh dipandang sebelah mata dalam setiap kebijakan negara.

“Jangan sedih-sedihan, tapi yang paling penting adalah yuk kita sama-sama menuju tujuan bersama. Saat ini, perempuan di Indonesia adalah setengah dari jumlah penduduk Indonesia,” ucap Atalia.

Ia mengimbau agar segala bentuk kepedulian serta sokongan bagi kemajuan perempuan tidak diberikan secara setengah hati oleh berbagai pihak. Ia menilai posisi perempuan wajib berdiri sejajar dengan kaum laki-laki untuk bahu-membahu dalam mengukir sejarah indah pembangunan negeri tercinta.

Menurutnya, keadilan dalam memberikan ruang berkarya akan menciptakan harmoni yang sempurna dalam menjaga kedaulatan serta kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia meyakini setiap peluh perjuangan perempuan hari ini merupakan investasi berharga bagi kejayaan generasi penerus bangsa pada masa mendatang.

“Oleh karenanya, tidak bisa kita setengah-setengah juga untuk mendukung perempuan. Untuk maju, kita harus sejajar dengan laki-laki untuk membangun negeri ini,” kata Atalia.

Atalia Praratya menutup rangkaian pesan indahnya dengan sejuta doa agar keberhasilan senantiasa memayungi langkah setiap perempuan tangguh di tanah air. “Membangun negeri tercinta ini menjadi sesuatu yang penuh. Sukses untuk semuanya,” ujar Atalia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....