Badan Bahasa Dorong Literasi Perempuan lewat Kolaborasi Daerah

  • 21 Apr 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menekankan, pentingnya pemberdayaan perempuan melalui pendidikan.
  • Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggandeng pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat ekosistem literasi daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menekankan, pentingnya pemberdayaan perempuan melalui pendidikan. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin usai gelar wicara dalam rangka memperingati Hari Kartini di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggandeng pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi juga melibatkan mitra pembangunan untuk memperkuat ekosistem literasi daerah.

Praktik baik dihadirkan melalui peran berbagai elemen pendidikan dan masyarakat. Mulai dari bunda literasi hingga forum taman bacaan masyarakat.

Ia mengatakan, ekosistem tersebut dinilai penting dalam menumbuhkan minat baca masyarakat. Upaya dilakukan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat secara bersamaan.

“Literasi tidak hanya dibangun di sekolah saja. Keluarga dan masyarakat juga berperan penting dalam menumbuhkan budaya membaca,” ujar Hafid dalam keterangannya kepada wartawan.

Adapun gelar wicara ini mengangkat tema “Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan untuk Meningkatkan Literasi” yang menjadi bagian pembangunan sumber daya manusia. Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor dan pemerintah daerah.

Pada kesempatan lain, Badan Bahasa juga mengangkat penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran awal. Program tersebut dinilai efektif meningkatkan pemahaman siswa di daerah.

Kegiatan serupa sebelumnya telah digelar dengan menghadirkan narasumber dari berbagai daerah. Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu contoh praktik baik literasi.

“Praktik baik dari NTT akan kami bawa ke daerah lain. Harapannya bisa ditiru dan dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” ujarnya.

Bunda Literasi Nusa Tenggara Timur, Asti Laka Lena menyoroti kondisi literasi daerahnya. Ia menyebut tingkat literasi masih perlu mendapat perhatian serius.

Menurut istri dari Gubernur NTT ini, dukungan pemerintah daerah menjadi langkah awal yang penting. Pemerintah provinsi menunjukkan komitmen untuk meningkatkan literasi masyarakat.

“Kami mendorong penyediaan buku bacaan bermutu yang sudah disiapkan. Ketersediaannya harus terjamin baik kualitas maupun jumlahnya,” ujar Asti.

Selain ketersediaan buku, peningkatan kapasitas guru menjadi perhatian utama. Terutama bagi pengajar PAUD dan kelas awal sekolah dasar.

Pelatihan literasi dan teknik bercerita terus didorong untuk guru. Tujuannya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Metode asesmen awal juga diterapkan untuk mengetahui kemampuan membaca siswa. Hal ini penting agar proses belajar tidak menimbulkan tekanan bagi anak.

“Tahapan belajar harus disesuaikan kemampuan anak sejak awal. Pembelajaran harus menyenangkan agar tidak menimbulkan trauma,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....