Kemendikdasmen Canangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
- 01 Apr 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan secara nasional.
- Program ini bertujuan menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi perempuan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan secara nasional. Program ini bertujuan menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi perempuan.
Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyoroti berbagai hambatan yang masih terjadi. Hambatan itu meliputi akses pendidikan terbatas hingga stereotip gender yang mengakar.
Ia juga menyinggung ancaman kekerasan di ruang fisik dan digital. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait.
“Kami berkomitmen memberi ruang lebih luas bagi perempuan memperoleh pendidikan. Pendidikan adalah modal utama untuk kemajuan bangsa sekaligus jalan untuk mewujudkan kesetaraan gender," kata Mu'ti dalam kegiatan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan di Kantor Badan Bahasa Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Mu'ti menegaskan komitmen tersebut selaras dengan agenda pembangunan nasional. Fokusnya adalah penguatan sumber daya manusia dan pengarusutamaan gender.
Tema kegiatan tahun ini adalah Pemberdayaan Perempuan untuk Pendidikan Bermutu. Tema tersebut menegaskan pentingnya akses pendidikan yang setara.
Menurut Mu'ti, pendidikan membuka akses pengetahuan dan meningkatkan kepercayaan diri perempuan. Pendidikan juga memperkuat keterampilan hidup dan kepemimpinan perempuan.
Ia mengatakan, pendidikan memperluas partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional. Dampaknya terlihat pada keluarga dan masyarakat yang lebih berdaya.
Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana utama. Pendidikan memperkuat karakter, literasi, dan kesetaraan gender.
Ia menyebut bahasa dan sastra berperan penting membangun kesadaran kritis. Keduanya juga menjadi ruang refleksi kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan sebagai momentum nasional sekaligus sebagai upaya kebersamaan, kolaborasi, dan sinergi tiga menteri," kata Hafidz.
Mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan: Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, program ini menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci membuka akses perempuan terhadap berbagai hal. Di antaranya, pengetahuan, keterampilan hidup, kepemimpinan, hingga ruang pengambilan keputusan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....