Hari Kartini, Fahira Idris: Perempuan Tumpuan Indonesia Maju 2045
- 21 Apr 2026 18:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota DPD RI Fahira Idris menegaskan bahwa perempuan merupakan kunci utama dalam mewujudkan Indonesia Maju 2045.
- Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dinilai mampu melahirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI yang juga aktivis perempuan, Fahira Idris, menegaskan bahwa perempuan merupakan kunci utama dalam mewujudkan Indonesia Maju 2045. Tanpa pemberdayaan dan keterlibatan perempuan di berbagai sektor, target besar Indonesia menjadi negara maju dinilai sulit tercapai.
Pernyataan tersebut disampaikan Fahira di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 21 April 2026. Hal ini disampaikannya dalam rangka bertepatan dengan momentum Hari Kartini.
“Perempuan bukan hanya bagian dari pembangunan, tetapi penentu arah pembangunan. Karena itu, menjadikan perempuan sebagai tumpuan Indonesia Maju 2045 adalah sebuah keniscayaan,” ujar Senator asal Dapil DKI Jakarta itu.
Fahira mengungkapkan, setidaknya terdapat enam alasan fundamental mengapa perempuan menjadi tumpuan masa depan Indonesia. Pertama, perempuan merupakan aktor kunci dalam pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dinilai mampu melahirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Namun, partisipasi perempuan di ruang strategis masih perlu terus ditingkatkan.
Kedua, lanjut Fahira, perempuan menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Terutama melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Mayoritas pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan yang tidak hanya menopang ekonomi keluarga. Tetapi juga berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketiga, pemberdayaan perempuan memiliki efek berlipat terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga, komunitas, hingga kebijakan publik di tingkat lokal.
Keempat, perempuan memiliki daya lenting tinggi dalam menghadapi krisis. Berbagai studi menunjukkan perempuan mampu beradaptasi dan berinovasi dalam situasi sulit, termasuk saat pandemi, sehingga menjadi pilar penting ketahanan sosial dan ekonomi.
Kelima, investasi pada perempuan terbukti mempercepat pertumbuhan ekonomi. Penghapusan kesenjangan gender dinilai mampu meningkatkan produk domestik bruto (PDB) secara signifikan.
Keenam, perempuan berperan strategis dalam membentuk generasi masa depan melalui pendidikan, pengasuhan, dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Tantangan Masih Besar
Meski demikian, Fahira menilai masih banyak tantangan yang harus diatasi. Mulai dari budaya patriarki, keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi, hingga ketimpangan partisipasi di sektor formal dan pengambilan keputusan.
Perempuan Indonesia, lanjutnya, masih menghadapi beban ganda, ketimpangan upah. Serta keterbatasan akses terhadap berbagai sumber daya.
Dorong Kebijakan Pro-Perempuan
Fahira mendorong penguatan kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan, meliputi peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi perempuan, perluasan perlindungan sosial. Serta peningkatan keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Karena, menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan hanya isu perempuan, melainkan isu pembangunan bangsa.
“Jika kita ingin Indonesia maju pada 2045, maka pastikan perempuan maju hari ini. Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas dan peran perempuan hari ini,” ucap Fahira.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....