Hari Kartini Refleksi Perempuan Menembus Batas Sosial

  • 21 Apr 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sosok Raden Ajeng Kartini kembali diingat sebagai simbol perjuangan kesetaraan.
  • Setiap peringatan Hari Kartini menghadirkan ruang refleksi bagi perempuan Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap peringatan Hari Kartini menghadirkan ruang refleksi bagi perempuan Indonesia. Sosok Raden Ajeng Kartini kembali diingat sebagai simbol perjuangan kesetaraan.

Namun, semangat Kartini belum sepenuhnya terwujud dalam kehidupan sehari-hari perempuan. Tantangan sosial masih membayangi langkah mereka di berbagai bidang.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina menilai stigma sosial menjadi penghambat utama. Perempuan sering dipersempit perannya hanya dalam lingkup keluarga dan domestik.

“Stigma di masyarakat membatasi ruang gerak perempuan dalam kehidupan sosial. Perempuan kerap ditempatkan pada peran sempit yang membatasi potensinya,” ujar Selly, ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Ia menyebut tantangan juga datang dari dalam diri perempuan sendiri. Kurangnya kepercayaan diri membuat sebagian perempuan ragu tampil di ruang publik.

Padahal peluang berkembang kini semakin terbuka di berbagai sektor kehidupan. Dukungan pemerintah dan kemajuan teknologi memberi akses lebih luas bagi perempuan.

Akses pendidikan menjadi kunci penting dalam membuka peluang tersebut. Selly berharap perempuan dapat menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi.

Di sisi lain, dunia politik mulai menunjukkan wajah yang lebih inklusif. Banyak perempuan kini menduduki posisi strategis di lembaga legislatif.

Nama seperti Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani menjadi inspirasi. Mereka membuka jalan bagi perempuan tampil di panggung politik nasional.

Selly berharap semangat Kartini tidak berhenti sebagai simbol semata. Perubahan pola pikir masyarakat menjadi langkah penting menuju kesetaraan.

Ia juga menyinggung pentingnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga di Indonesia. Kelompok ini mayoritas perempuan dan rentan terhadap ketidakadilan.

“Regulasi pekerja rumah tangga sangat dibutuhkan untuk perlindungan yang lebih kuat. Mereka harus mendapatkan hak yang layak dan perlakuan adil,” ujarnya.

Momentum Hari Kartini menjadi pengingat perjalanan panjang menuju kesetaraan. Perempuan Indonesia terus melangkah, menembus batas, dan memperluas peran di berbagai sektor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....