Peringatan Hari Kartini Dijadikan Pengingat Arah Kemajuan Perempuan Indonesia
- 21 Apr 2026 17:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati menilai, Kartini bukan sekadar simbol emansipasi perempuan
- Meski demikian, tantangan masih ada terutama pada kualitas pendidikan dan pemerataan akses antarwilayah
- Anis menambahkan semangat Kartini harus terus dilanjutkan melalui pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada pembentukan karakter
RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Hari Kartini dijadikan momentum untuk mengingat kembali arah kemajuan perempuan Indonesia dalam pembangunan nasional. Nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman modern.
Anggota DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati menilai, Kartini bukan sekadar simbol emansipasi perempuan. Menurutnya, Kartini sebagai sosok yang menekankan pentingnya pendidikan, akhlak, dan kualitas kehidupan manusia.
“Pendidikan menjadi jalan utama dalam membangun peradaban yang kuat dan bermartabat. Kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas manusia yang dibentuk melalui ilmu dan nilai," kata Anis dalam keterangan pers tertulis, Selasa, 21 April 2026.
Diungkapkan, Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan partisipasi pendidikan dasar dan menengah terus meningkat secara signifikan. Angka partisipasi sekolah usia 7 hingga 12 tahun bahkan telah mencapai lebih dari 99 persen.
Selain itu, laporan World Bank mencatat Indonesia telah mencapai paritas gender pada pendidikan dasar. Hal ini, lanjutnya, menunjukkan akses pendidikan antara laki-laki dan perempuan semakin setara di berbagai wilayah.
"Meski demikian, tantangan masih ada terutama pada kualitas pendidikan dan pemerataan akses antarwilayah. Rata-rata lama sekolah perempuan masih berada pada kisaran delapan hingga sembilan tahun," kata Anis.
Bagi Anis, kemajuan perempuan tidak hanya diukur dari angka partisipasi pendidikan semata. Peran perempuan dalam keluarga, kesehatan, dan kontribusi sosial juga menjadi indikator penting dalam pembangunan.
Ia menegaskan, perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga dan agen perubahan sosial. Oleh karena itu, penguatan nilai dan kualitas pendidikan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Peringatan Hari Kartini, sambungnya, harus dimaknai sebagai pengingat untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai. Kemajuan tanpa nilai dinilai berpotensi kehilangan arah dalam kehidupan bermasyarakat.
Anis menambahkan semangat Kartini harus terus dilanjutkan melalui pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada pembentukan karakter. Upaya ini penting untuk memastikan perempuan Indonesia mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
"Dengan demikian, peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi seremoni tahunan semata. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat arah kemajuan perempuan Indonesia menuju peradaban yang lebih berkualitas," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menyebut perempuan memiliki peran penting menentukan perjalanan bangsa. Ia menilai peringatan Hari Kartini tahun 2026 menjadi momentum relevan guna memperkuat sistem kemajuan perempuan.
Puan menegaskan bahwa perempuan Indonesia saat ini sudah tidak perlu lagi membuktikan kemampuan mereka kepada publik. Menurutnya, fokus utama sekarang adalah memastikan seberapa jauh kontribusi tersebut dapat diakomodasi oleh sistem yang ada.
“Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu. Pertanyaan hari ini bukan lagi ‘apakah’, melainkan ‘seberapa jauh’ dan ‘dengan sistem seperti apa’,” kata Puan di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....