Campak Lebih Menular dari COVID-19 Pakar Minta Vaksin Waspada Gejala

  • 21 Apr 2026 17:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan campak memiliki tingkat penularan 18 kali lebih tinggi dibanding COVID-19.
  • Campak dan COVID-19 sama-sama merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar melalui kontak langsung.
  • Gejala awal campak sering menyerupai flu seperti demam, meriang, dan menggigil sehingga kerap tidak disadari masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengingatkan campak memiliki tingkat penularan 18 kali lebih tinggi dibanding COVID-19. Dewan Pakar Perhimpunan Dokter Militer Indonesia Alexander K. Ginting menjelaskan campak dan COVID-19 sama-sama penyakit menular virus.

Keduanya dapat menyebar melalui kontak langsung antar individu dalam lingkungan masyarakat. Ia menyebut perburukan kondisi dipengaruhi rendahnya daya tahan tubuh penderita.

"Kedua-duanya penyakit menular dan keduanya itu adalah virus, ini mereka bisa menular melalui kontak. Sering tidak disadari itu adalah bahwa awalnya itu terasa seperti flu, panas dingin, dan meriang." ujar Alexander K. Ginting dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Selasa 21 April 2026

Gejala awal campak sering disalah artikan sebagai flu atau masuk angin oleh masyarakat. Kondisi ini membuat banyak pasien terlambat menyadari infeksi campak yang sedang berkembang.

Gejala lanjut berupa ruam merah yang menyebar dari wajah hingga tubuh. Alexander menegaskan komplikasi campak dapat menyebabkan pneumonia hingga infeksi otak.

"Jadi oleh karena itu memang komplikasinya yang berbahaya. Karena komplikasi kalo dibiarin tidak ditangani dengan baik akan terjadi Pneumonia bahkan bisa ada infeksi atau ensefalitis radang otak," ujar Alexander

Ia menekankan pentingnya imunisasi untuk mencegah penularan dan komplikasi serius. Sementara itu, warga Palu, Zubair, membagikan pengalaman anaknya yang pernah terinfeksi campak.

"Demamnya juga nggak langsung tinggi ya bertahap. Tapi ini ada gejala lain selain demam itu batuk yang cukup berat, yang menyebabkan sedikit sesak napas pada anak, dan tekanan darah cukup tinggi" ujar Zubair.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala demam pada anak. Menurutnya, pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah kondisi lebih parah.

Pemerintah terus mendorong vaksinasi melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan. Kemenkes juga memperkuat edukasi publik agar masyarakat lebih sadar pentingnya imunisasi. (Agnes Claudia Ohoira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....