Kemenkes Perkuat Komunikasi Publik untuk Tingkatkan Kesadaran Vaksinasi Campak
- 20 Apr 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenkes memperkuat strategi komunikasi publik guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan penyakit campak.
- Menkes menyebut campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi, terutama pada kelompok anak-anak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat strategi komunikasi publik. Guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan penyakit campak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penguatan komunikasi tidak hanya melibatkan dokter sebagai sumber edukasi. Tetapi juga tokoh-tokoh yang mampu menyampaikan informasi kesehatan dengan bahasa sederhana, termasuk melalui media sosial.
Hal ini disampaikan Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 20 April 2026. “Jadi kita harus pakai juga beberapa orang-orang yang memang bisa membicarakannya dengan bahasa yang gampang dimengerti,” ujarnya.
Ia menegaskan, campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi, terutama pada kelompok anak-anak. Peningkatan kasus biasanya terjadi pada periode tertentu, seperti awal tahun ketika mobilitas masyarakat meningkat dan anak-anak kembali ke sekolah.
Menurutnya, vaksinasi merupakan intervensi paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit menular. Hal ini telah terbukti pada berbagai penyakit, termasuk COVID-19.
“Begitu penyakit menular ada vaksinnya, turun langsung jumlah kasus. Kita juga tahu campak ini sudah ada vaksinnya,” kata Budi.
Namun demikian, cakupan vaksinasi campak sempat menurun selama pandemi COVID-19 karena fokus pemerintah bergeser pada penanganan pandemi. Akibatnya, sebagian anak terlewat dari jadwal imunisasi.
“Banyak orang tua yang kemudian lewat jadwal imunisasi campaknya,” ujarnya. Selain itu, tantangan lain yang dihadapi pemerintah adalah isu kepercayaan masyarakat terhadap vaksin, termasuk terkait halal-haram vaksin.
“Masalah utama di campak rubella ini adalah golongan yang tidak percaya ke vaksinasi itu besar sekali,” kata Menkes. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memperkuat komunikasi publik sekaligus melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah dengan jumlah kasus tinggi.
Melalui program ini, vaksin diberikan kepada seluruh anak untuk memutus rantai penularan. “Kita langsung lakukan ORI, jadi daerah-daerah yang tinggi langsung disuntik, kita sapu bersih,” ujar Budi.
Ia menambahkan, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan penurunan kasus seiring meningkatnya cakupan imunisasi. “Begitu imunisasinya naik, langsung kasusnya menurun di anak-anak,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....