Kutipan Inspiratif Kartini: Semangat Perempuan Masa Kini Mengubah Dunia Sekitar
- 21 Apr 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Diperingati Selasa, 21 April 2026 oleh masyarakat Indonesia
- Perempuan Indonesia terus berkembang dan berkontribusi di berbagai sektor
- Mengandung nilai perjuangan, pendidikan, dan keteguhan hidup
RRI.CO.ID, Jakarta – Hari ini Selasa 21 April 2026 masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Kartini. Momen ini menjadi pengingat penting akan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan terutama di bidang pendidikan.
Di era modern kini semangat RA Kartini tetap relevan, perempuan Indonesia terus maju dan berkontribusi di berbagai bidang. Tak heran, kutipan inspiratif RA Kartini masih sering dicari serta dibagikan publik terutama saat peringatan Hari Kartini tiba.
Sejarah Singkat Hari Kartini
Hari Kartini diperingati tiap 21 April sejak 1964 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 1964 oleh Soekarno. RA Kartini lahir di Jepara 21 April 1879 dari keluarga bangsawan, hidup saat perempuan belum bebas mengakses pendidikan.
Dalam keterbatasan, Raden Ajeng Kartini tetap belajar mandiri serta menjalin korespondensi dengan sahabatnya di Eropa secara aktif terus. Dari surat-surat tersebut lahir gagasan progresif mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan yang kemudian menginspirasi perubahan sosial luas.
RA Kartini bahkan mendirikan sekolah bagi perempuan pribumi agar memperoleh ilmu serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemikiran Raden Ajeng Kartini dibukukan dalam Habis Gelap Terbitlah Terang yang kini menjadi simbol perjuangan perempuan Indonesia.
Berikut 21 Kutipan Hari Kartini 2026 yang menginspirasi, mengutip dari berbagai sumber:
1. "Habis gelap terbitlah terang."
2. "Seorang perempuan yang mengorbankan diri untuk orang lain, dengan segala rasa cinta yang ada dalam hatinya, dengan segala bakti, yang dapat diamalkannya, itulah perempuan yang patut disebut sebagai 'ibu' dalam arti sebenarnya.
3. "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."
4. "Perempuan yang pikirannya telah dicerdaskan, pemandangannya telah diperluas, tak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya."
5. "Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu."
6. "Tetapi apalah artinya pandai dalam ilmu yang hendak diajarkan itu, apabila ia tidak dapat menerangkan secara jelas kepada murid-murid."
7. "Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang."
8. "Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan didik baik-baik."
9. "Jangan biarkan kegelapan kembali datang, jangan biarkan kaum wanita kembali diperlakukan semena-mena."
10. "Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti dua orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti."
11. "Bila golongan atas sudah berpendidikan, maka pendidikan seluruh bangsa hanya soal waktu saja."
12. "Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan."
13. "Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba."
14. "Dan biarkan saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan."
15. "Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita."
16. "Teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi!"
17. "Agama memang menjauhkan kita dari dosa, tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama."
18. "Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh."
19. "Kami memohon diusahakannya pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita."
20. "Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?"
21. "Jangan kau katakan saya tidak dapat, tetapi katakan saya mau."
Kutipan RA Kartini tidak sekadar rangkaian kata, melainkan cerminan pemikiran yang jauh melampaui zamannya hingga kini tetap relevan. Hingga kini, pesan tersebut tetap relevan, terutama mendorong perempuan berani bersuara serta menentukan jalan hidupnya sendiri secara mandiri.
Di era digital kini, kutipan RA Kartini banyak dibagikan di media sosial sebagai bentuk perayaan Hari Kartini. Selain menginspirasi, hal tersebut menjadi cara sederhana menyebarkan semangat positif kepada lebih banyak orang dalam kehidupan sehari hari. (Agnes Claudia Ohoira/Intern)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....