Hari Kartini 2026, Menbud Fadli Ajak Hayati Nilai Emansipasi–Budaya Perempuan
- 21 Apr 2026 09:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan pentingnya memaknai Hari Kartini melalui penguatan nilai emansipasi dan ekspresi budaya.
- Semangat R. A. Kartini dinilai masih relevan, terbukti dari kiprah perempuan di berbagai bidang serta lahirnya gerakan seperti Kongres Perempuan Indonesia 1928.
- Pemerintah mendorong peringatan melalui kegiatan kreatif dan menegaskan komitmen kesetaraan gender, sejalan dengan program nasional yang melibatkan lintas kementerian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menekankan pentingnya memaknai Hari Kartini melalui penguatan nilai-nilai semangat emansipasi. Penguatan tersebut sejalan dengan ekspresi budaya yang diwariskan oleh R. A. Kartini.
Menurutnya, Kartini merupakan tokoh pelopor emansipasi perempuan yang memperjuangkan kesetaraan melalui pemikiran dan literasi. Perjuangan tersebut memberikan inspirasi luas bagi perempuan Indonesia untuk terus berkembang di berbagai bidang.
"Semangat Kartini ini untuk pemberdayaan perempuan, emansipasi perempuan di semua bidang. Banyak tokoh-tokoh perempuan yang berkipah di berbagai bidang," katanya kepada wartawan usai menghadiri acara Penghargaan Kompetisi Skenario SINEMA 2026, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, semangat perjuangan Kartini turut melahirkan gerakan perempuan yang lebih luas, salah satunya melalui Kongres Perempuan Indonesia 1928. Hingga kini, dampak perjuangan tersebut semakin nyata dengan hadirnya perempuan yang berkiprah di berbagai sektor.
Menurut Menbud, nilai utama yang perlu dirayakan dari sosok Kartini bukan hanya seremonial, dan melainkan semangat. Adapun nilai budaya, serta ekspresi budaya yang terus relevan bagi generasi saat ini.
Kementerian Kebudayaan pun mendorong berbagai kegiatan kreatif sebagai bentuk peringatan. "Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain pertunjukan monolog di Museum Nasional Indonesia serta penyelenggaraan acara di Museum R. A. Kartini," ucapnya.
Selain itu, tahun lalu, pihaknya juga menggelar kompetisi menulis surat untuk pahlawan yang diikuti pelajar dan mahasiswa. Kompetisi tersebut dilakukan pada rentang waktu Oktober hingga November 2025.
Dari total lebih dari 34 ribu surat yang terkumpul, lebih dari 7 ribu di antaranya ditujukan kepada R.A. Kartini. Sebagian karya tersebut rencananya akan dipamerkan di Museum R.A Kartini di Jepara, Jawa Tengah.
Sementara itu, pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Demikian disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiril Fauzi.
"Dan pemerintah telah menetapkan hal ini dalam Asta Cita Presiden, khususnya poin keempat, yaitu penguatan sumber daya manusia, serta ilmu pengetahuan. Jelas bahwa pemerintah memberikan penekanan luar biasa pada kesetaraan gender dan peningkatan peran perempuan," ujarnya.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengusung tema "Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi". Tema ini menerapkan konsep kolaborasi antar kementerian dan lembaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....