DPR Dorong Kemendikdasmen Perluas Layanan Pendidikan Inklusif Indonesia
- 21 Apr 2026 06:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- DPR mendukung program Kemendikdasmen dalam mewujudkan layanan pendidikan inklusif di berbagai daerah Indonesia.
- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menegaskan pendidikan inklusif fondasi penting bangsa yang menjangkau seluruh anak Indonesia
- Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyebut 889 guru mengikuti pelatihan inklusif.
RRI.CO.ID, Jakarta - DPR mendukung program Kemendikdasmen dalam mewujudkan layanan pendidikan inklusif di berbagai daerah Indonesia. Salah satunya melalui penyediaan tenaga pendidik terlatih bagi murid berkebutuhan khusus.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menegaskan pendidikan inklusif fondasi penting bangsa yang menjangkau seluruh anak Indonesia. “Pendidikan itu proses dasar bangsa dan harus menjangkau semua anak tanpa terkecuali,” kata Himmatul Aliyah saat memberikan sambutan dalam Peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026 di SMPN 16 Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Ia mengapresiasi pelatihan guru hingga tingkat mahir yang dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan bagi murid berkebutuhan khusus. “Guru untuk anak berkebutuhan khusus harus terlatih karena tantangannya tidak mudah,” ucapnya.
Namun, Himmatul menyoroti masih adanya kendala fasilitas yang belum merata di sejumlah daerah. “Pendidikan inklusif harus didukung sarana, prasarana, guru pendamping, serta sistem penilaian yang sesuai,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kurikulum khusus guna mencegah diskriminasi dan perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah umum. “Selain fasilitas, kurikulum dan penilaian juga harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” katanya.
Sementara, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyebut 889 guru mengikuti pelatihan inklusif. Para peserta berasal dari berbagai daerah pada tahap awal program tersebut.
“Hingga akhir tahun, jumlah peserta akan ditingkatkan menjadi 2.600 guru dari 25 provinsi,” ujarnya. Ia menambahkan, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menjalani praktik magang di kelas sebelum menjadi koordinator pendidikan inklusif di daerah masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....