DPR Apresiasi Langkah Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Inklusif

  • 20 Apr 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, mengapresiasi Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah menilai program ini langkah strategis memenuhi hak pendidikan seluruh anak Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, mengapresiasi Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ia menilai program ini langkah strategis memenuhi hak pendidikan seluruh anak Indonesia.

“Pendidikan itu harus menjangkau semua. Karena itu adalah hak seluruh anak Indonesia,” kata Himmatul Aliyah saat memberikan sambutan dalam Peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026 di SMPN 16 Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Ia menegaskan, tantangan pendidikan inklusif tidak hanya pada ketersediaan tenaga pendidik, tetapi juga sarana dan prasarana pendukung. “Sarana dan prasarana yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus harus benar-benar diwujudkan,” katanya.

Selain itu, Himmatul menilai kurikulum fleksibel dan sistem penilaian berbasis kemampuan anak masih menjadi kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi. Ia juga menyoroti rendahnya pemahaman masyarakat dan lingkungan sekolah terhadap pendidikan inklusif.

Menurutnya, sosialisasi harus dilakukan secara masif untuk mencegah perundungan terhadap siswa berkebutuhan khusus. “Ini yang harus disosialisasikan supaya mereka terbiasa dengan perbedaan, bahwa hak pendidikan adalah hak semua anak Indonesia,” ujarnya.

Dari sisi legislasi, Himmatul mengungkapkan Komisi X DPR RI tengah merampungkan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Ia mengatakan pembahasan telah memasuki tahap akhir dengan sekitar 70 pasal tersisa.

“Kami berharap RUU ini bisa disahkan pada masa persidangan 2026. Para guru dapat memberikan masukan,” ucapnya.

Sementara itu, program pelatihan yang digagas Kemendikdasmen melalui Ditjen GTKPG menargetkan 1.500 guru, dengan realisasi saat ini mencapai 60 persen. Program ini juga ditujukan untuk memperkuat rasio guru pendamping khusus menjadi 1:15 di sekolah inklusi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....