Risiko Penggunaan AI, Wammenkomdigi: Mulai Menggerus Daya Pikir Kritis
- 20 Apr 2026 16:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai penggunaan AI mulai memberikan dampak risiko signifikan
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, penggunaan Ai di bidang pendidikan memberikan dampak tergerusnya daya pikir kritis
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan penggunaan Ai tidak boleh dijadikan sebagai alat utama
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, mengingatkan risiko serius dalam penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal itu disampaikannya dalam pembukaan Workshop AI Talent Factory 2, di Universitas Gajah Mada (UGM), Jumat, 17 April 2026.
Dalam kesempatan itu Wamenkomdigi mengungkapkan bahwa risiko penggunaan AI, semakin masif. Terlebih dikatakannya, hal itu terjadi pada dunia pendidikan.
Nezar menjalaskan, pada dunia pendidikan AI menggerus kemampuan kritis di kalangan pelajar hingga profesional. Untuk itu ditekankannya, AI tidak dijadikan sebagai alat utama dan akhir, dalam berbagai kegiatan ilmiah di dunia pendidikan.
"Jangan sampai kita kehilangan daya kritis karena semua diserahkan kepada AI. Itu sudah mulai terjadi di dunia pendidikan," kata Nezar dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Lebih lanjut Wamenkomdigi menuturkan, pengembangan talenta digital tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Ia menyatakan bahwa talenta masa depan, tidak hanya dituntut mampu menguasai penggunaannya.
Dalam hal tersebut dijelaskan Wamenkomdigi, bahwa telenta digita harus mampu memahami cara untuk berinteraksi dengan AI secara tepat. Sehingga Nezar menyatakan, penggunaan AI harus didasari pada peranan manusia, sebagai pusat kendali utama.
"Desain AI harus human-centric agar teknologi yang dikembangkan memberi dampak positif pada manusia. Dalam pengambilan keputusan, AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat melalui pendekatan human in the loop," ujar Wamenkomdigi Nezar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....