Wamenkomdigi: AI Bukan Sekedar Alat Otomasi sektor Keuangan
- 19 Apr 2026 05:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut, adopsi AI di sektor keuangan memberikan dampak signifikan
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, AI bukan sekedar alat otomasi
- Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan, hambatan terbesar sektor keuangan bukan dari faktor perkembangan teknologi
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor keuangan, memberikan dampak positif yang signifikan. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria.
Seiring perkembangan teknologi, Nezar mengungkapkan bahwa perusahaan memanfaatkannya sebagai prioritas utama. Teknologi tidak lagi sebatas otomasi, melainkan motor penggerak utama dalam merespon pergerakan pasar secara cepat.
Ia mengatakan penggunaan AI di sektor tersebut, memberikan hasil yang terukur, dan meningkatkan produktivitas kinerja. Wamenkomdigi menuturkan, pemanfaatan AI di sektor keuangan, telah merubah cara kerja fungsi keuangan di perusahaan.
"Mereka memandang AI bukan sekadar alat otomasi, tetapi sebagai motor untuk merespon perubahan pasar dan dinamika pelanggan secara lebih cepat dan presisi. Teknologi dan digitalisasi kini menjadi prioritas utama para CFO dalam menghadapi tahun ini," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Bahkan dijelaskan Wamenkomdigi, berdasarkan laporan Stanford AI Index 2025, adopsi AI di dunia bisnis global meningkat signifikan. Setidaknya diungkapkan Nezar, 78 persen organisasi telah memanfaatkan AI dari sebelumnya hanya 55 persen saja.
Tingkat pemanfaatan AI ini bahkan dinilainya, terlihat nyata dalam studi yang dilakukan terhadap 500 perusahaan dalam proses piutang. Selain itu, terdapat peningkatan produktivitas hingga 82 persen serta efisiensi operasional yang dapat mencapai 60 persen.
Akan tetapi ditekankn Wamenkomdigi, terdapat tantangan utama dalam mewujudkan transformasi digitak di sektor keuangan. Selain karena kemudahan kinerja, namun tantangan lainnya yakni inovasi pengembangan teknologi yang berdampak bagi masyarakat.
"Hambatan terbesar bukan teknologi, tetapi leadership dan budaya organisasi. Banyak inisiatif AI berhenti di tahap uji coba tanpa memberikan dampak nyata," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....