BMK 1957 Dorong Agung Laksono Jadi “Bapak Kosgoro 1957” di Mubes
- 19 Apr 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 mendorong agar HR. Agung Laksono ditetapkan sebagai “Bapak Kosgoro 1957” dalam Musyawarah Besar (Mubes) Kosgoro 1957 mendatang. Usulan tersebut menjadi salah satu agenda yang akan diperjuangkan dalam forum organisasi.
Ketua Umum BMK 1957, Kemas Ilham Akbar, menyampaikan bahwa Muspinas III BMK 1957 perlu menjadi momentum evaluasi seluruh program yang telah dijalankan. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program umum dalam musyawarah mendatang.
“Karena ini penting, kita harus menyusun program yang relevan dengan zamannya. Sesuatu itu harus sesuai dengan masyarakat, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman,” kata Ilham di Jakarta, Minggu, 19 April 2026.
Ia menegaskan BMK 1957 sebagai organisasi di bawah Kosgoro yang berafiliasi dengan Partai Golkar memiliki ruang untuk menghadirkan kegiatan yang dekat dengan anak muda. Menurutnya, pendekatan politik dapat dilakukan secara halus melalui kegiatan sosial dan kreatif.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, menilai BMK 1957 perlu menghadirkan program yang sesuai dengan minat generasi muda. Ia menyebut kegiatan seperti olahraga, musik, hingga pendidikan nonformal dapat menjadi sarana sosialisasi politik yang tidak bersifat kaku.
“BMK 1957 bisa membuat acara ringan tapi ada selingan pendidikan politiknya, bisa juga membuat acara musik, membuat acara olahraga yang kesemuanya sesuai dengan keinginan dan hobi anak-anak muda,” kata Sarmuji.
Ia mencontohkan BMK 1957 dapat menggelar kegiatan seperti bimbingan belajar online yang belum banyak dilakukan, atau mengadakan kursus, hingga pelatihan wawancara kerja. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan tanpa pesan-pesan politik yang keras.
“Kalau di kalangan pelajar, kita bisa membuat bimbingan belajar online yang belum banyak dilakukan orang, atau kita bisa mengadakan kursus, wawancara kerja, dan sebagainya tanpa ada pesan-pesan politik yang keras,” jelasnya.
Sarmuji juga menegaskan bahwa anak muda umumnya tidak menyukai pesan politik yang terlalu keras, namun lebih tertarik pada pendekatan yang bersifat ajakan dan keterlibatan.
“Keterlibatan pelan-pelan akan menjadikan seseorang merasa satu frekuensi, merasa satu kesamaan perasaan sehingga mereka pelan-pelan akan tertarik pada partai. Kalau gitu, asal kegiatannya relate dan relevan dengan anak-anak muda di kampus lebih bagus lagi,” harapnya.
Ketua Umum BMK 1957, Kemas Ilham Akbar, menambahkan bahwa usulan penetapan HR. Agung Laksono sebagai “Bapak Kosgoro 1957” merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan kontribusinya dalam membesarkan organisasi.
“Kami ingin Pak HR Agung Laksono menjadi Bapak Kosgoro 1957 karena jasa beliau yang bukan hanya melahirkan bersama para pendiri, tetapi juga membesarkan kemudian memberikan perhatian yang luas dan sangat fokus, mengurus semua kader bukan hanya di tingkat pusat, di tingkat daerah pun merasakan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, usulan tersebut akan menjadi agenda utama yang diperjuangkan agar dapat disahkan dalam Mubes Kosgoro 1957 mendatang. “Ini harus goal dan terwujud dalam Mubes Kosgoro 1957 nanti,” ujar Ilham.
Terkait arahan Sekjen Partai Golkar mengenai program anak muda, Ilham menyebut BMK 1957 telah menjalankan berbagai kegiatan yang menyasar minat generasi muda seperti olahraga, musik, dan film. Salah satunya melalui kegiatan Solidarity Sport Fest yang menggabungkan olahraga, musik, dan fashion show.
“Sebenarnya Barisan Muda Kosgoro 1957 dari awal periode kita sudah banyak membuat program-program yang sangat digemari oleh pemuda, terutama kita melihat ada tiga hal yang kita anggap mereka senang, yaitu olahraga, musik dan film,” ucapnya..
Ia menambahkan kegiatan tersebut pernah melibatkan berbagai unsur pemuda. Tepatnya, dalam satu pekan kegiatan terpadu.
“Kita dulu pernah menyelenggarakan Solidarity Sport Fest. Dalam satu pekan dilakukan kegiatan olahraga, acara band, dan fashion show. Kita melibatkan seluruh unsur pemuda,” ujarnya.
Selain itu, Ilham juga menegaskan BMK 1957 terus mendorong kader untuk aktif di masyarakat sejak dini. Kemudian, meminta ruang lebih luas bagi kader muda di lingkungan Partai Golkar dan organisasi sayap lainnya.
Sementara itu, Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Dave AF Laksono, berharap Muspinas III BMK 1957 dapat memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Mubes. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan program dengan kebijakan Partai Golkar.
“Semua program-program pemerintah yang jelas diciptakan untuk kepentingan masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara maka kita semua termasuk BMK 1957 harus mengawalinya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan BMK 1957 selama ini telah aktif berproses dalam kaderisasi dan dipersiapkan untuk menghadapi agenda politik ke depan. “Kita yakini bahwa ini akan berjalan terus ke depannya untuk melahirkan kader-kader terbaik yang bisa dan mampu untuk melanjutkan roda organisasi untuk menjemput kemenangan di 2029,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Muspinas III BMK 1957, Rizky Maulana, berharap kegiatan pada 19–20 April 2026 tersebut berjalan sesuai rencana dan menghasilkan rekomendasi penting menjelang Mubes. “Kita fokusnya ke rencana pelaksanaan Mubes, kita juga mau memberikan usulan rekomendasi Bapak HR. Agung Laksono sebagai Bapak Kosgoro 1957,” ucapnya.Kosgoro 1957” di Mubes
RRI.CO.ID, Jakarta - Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 mendorong agar HR. Agung Laksono ditetapkan sebagai “Bapak Kosgoro 1957” dalam Musyawarah Besar (Mubes) Kosgoro 1957 mendatang. Usulan tersebut menjadi salah satu agenda yang akan diperjuangkan dalam forum organisasi.
Ketua Umum BMK 1957, Kemas Ilham Akbar, menyampaikan bahwa Muspinas III BMK 1957 perlu menjadi momentum evaluasi seluruh program yang telah dijalankan. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program umum dalam musyawarah mendatang.
“Karena ini penting, kita harus menyusun program yang relevan dengan zamannya. Sesuatu itu harus sesuai dengan masyarakat, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman,” kata Ilham di Jakarta, Minggu, 19 April 2026.
Ia menegaskan BMK 1957 sebagai organisasi di bawah Kosgoro yang berafiliasi dengan Partai Golkar memiliki ruang untuk menghadirkan kegiatan yang dekat dengan anak muda. Menurutnya, pendekatan politik dapat dilakukan secara halus melalui kegiatan sosial dan kreatif.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, menilai BMK 1957 perlu menghadirkan program yang sesuai dengan minat generasi muda. Ia menyebut kegiatan seperti olahraga, musik, hingga pendidikan nonformal dapat menjadi sarana sosialisasi politik yang tidak bersifat kaku.
“BMK 1957 bisa membuat acara ringan tapi ada selingan pendidikan politiknya, bisa juga membuat acara musik, membuat acara olahraga yang kesemuanya sesuai dengan keinginan dan hobi anak-anak muda,” kata Sarmuji.
Ia mencontohkan BMK 1957 dapat menggelar kegiatan seperti bimbingan belajar online yang belum banyak dilakukan, atau mengadakan kursus, hingga pelatihan wawancara kerja. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan tanpa pesan-pesan politik yang keras.
“Kalau di kalangan pelajar, kita bisa membuat bimbingan belajar online yang belum banyak dilakukan orang, atau kita bisa mengadakan kursus, wawancara kerja, dan sebagainya tanpa ada pesan-pesan politik yang keras,” jelasnya.
Sarmuji juga menegaskan bahwa anak muda umumnya tidak menyukai pesan politik yang terlalu keras, namun lebih tertarik pada pendekatan yang bersifat ajakan dan keterlibatan.
“Keterlibatan pelan-pelan akan menjadikan seseorang merasa satu frekuensi, merasa satu kesamaan perasaan sehingga mereka pelan-pelan akan tertarik pada partai. Kalau gitu, asal kegiatannya relate dan relevan dengan anak-anak muda di kampus lebih bagus lagi,” harapnya.
Ketua Umum BMK 1957, Kemas Ilham Akbar, menambahkan bahwa usulan penetapan HR. Agung Laksono sebagai “Bapak Kosgoro 1957” merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan kontribusinya dalam membesarkan organisasi.
“Kami ingin Pak HR Agung Laksono menjadi Bapak Kosgoro 1957 karena jasa beliau yang bukan hanya melahirkan bersama para pendiri, tetapi juga membesarkan kemudian memberikan perhatian yang luas dan sangat fokus, mengurus semua kader bukan hanya di tingkat pusat, di tingkat daerah pun merasakan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, usulan tersebut akan menjadi agenda utama yang diperjuangkan agar dapat disahkan dalam Mubes Kosgoro 1957 mendatang. “Ini harus goal dan terwujud dalam Mubes Kosgoro 1957 nanti,” ujar Ilham.
Terkait arahan Sekjen Partai Golkar mengenai program anak muda, Ilham menyebut BMK 1957 telah menjalankan berbagai kegiatan yang menyasar minat generasi muda seperti olahraga, musik, dan film. Salah satunya melalui kegiatan Solidarity Sport Fest yang menggabungkan olahraga, musik, dan fashion show.
“Sebenarnya Barisan Muda Kosgoro 1957 dari awal periode kita sudah banyak membuat program-program yang sangat digemari oleh pemuda, terutama kita melihat ada tiga hal yang kita anggap mereka senang, yaitu olahraga, musik dan film,” ucapnya..
Ia menambahkan kegiatan tersebut pernah melibatkan berbagai unsur pemuda. Tepatnya, dalam satu pekan kegiatan terpadu.
“Kita dulu pernah menyelenggarakan Solidarity Sport Fest. Dalam satu pekan dilakukan kegiatan olahraga, acara band, dan fashion show. Kita melibatkan seluruh unsur pemuda,” ujarnya.
Selain itu, Ilham juga menegaskan BMK 1957 terus mendorong kader untuk aktif di masyarakat sejak dini. Kemudian, meminta ruang lebih luas bagi kader muda di lingkungan Partai Golkar dan organisasi sayap lainnya.
Sementara itu, Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Dave AF Laksono, berharap Muspinas III BMK 1957 dapat memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Mubes. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan program dengan kebijakan Partai Golkar.
“Semua program-program pemerintah yang jelas diciptakan untuk kepentingan masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara maka kita semua termasuk BMK 1957 harus mengawalinya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan BMK 1957 selama ini telah aktif berproses dalam kaderisasi dan dipersiapkan untuk menghadapi agenda politik ke depan. “Kita yakini bahwa ini akan berjalan terus ke depannya untuk melahirkan kader-kader terbaik yang bisa dan mampu untuk melanjutkan roda organisasi untuk menjemput kemenangan di 2029,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Muspinas III BMK 1957, Rizky Maulana, berharap kegiatan pada 19–20 April 2026 tersebut berjalan sesuai rencana dan menghasilkan rekomendasi penting menjelang Mubes. “Kita fokusnya ke rencana pelaksanaan Mubes, kita juga mau memberikan usulan rekomendasi Bapak HR. Agung Laksono sebagai Bapak Kosgoro 1957,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....