Kemenhub Percepat Transformasi Pelabuhan Berbasis 'Green and Smart Port'

  • 16 Jul 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perhubungan mempercepat transformasi pelabuhan melalui program Green and Smart Port ASRI berbasis keberlanjutan lingkungan dan inovasi teknologi
  • Program ASRI mendukung penguatan sistem logistik nasional, distribusi pangan, serta pertumbuhan ekonomi melalui efisiensi energi, digitalisasi, dan pengurangan emisi
  • Sebanyak 41 pelabuhan telah mengikuti asesmen sejak 2019, dengan delapan pelabuhan menerima Penghargaan Green and Smart Port 2026

RRI.CO.ID, Gresik - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong transformasi pelabuhan nasional melalui pengembangan ‘Green and Smart Port’ yang berkelanjutan. Program tersebut mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dan inovasi teknologi dalam sistem kepelabuhanan nasional yang semakin modern.

Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan program ‘Green and Smart Port ASRI 2026’ menjadi pencapaian penting mewujudkan pelabuhan yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, langkah tersebut memperkuat sistem logistik nasional, menjaga kelancaran distribusi pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami mendorong pelabuhan-pelabuhan lain segera mengikuti gerakan ASRI ini. Sehingga program Presiden dapat tercapai dan ke depan juga meliputi seluruh kegiatan transportasi,” kata Dudy dalam acara ‘Green and Smart Port Initiatives - ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) 2026’ di Gresik, Jawa Timur, Rabu, 15 Juli 2026.

Penguatan pelabuhan ASRI mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, digitalisasi operasional, serta integrasi sistem logistik nasional. Kementerian Perhubungan juga akan terus mendorong penerapan nilai ASRI pada seluruh sektor transportasi secara bertahap.

“Ke depan, tidak hanya transportasi laut, tetapi juga kegiatan transportasi lainnya dapat mengikuti. Dan ini akan terus kita dorong supaya gerakan ASRI dapat tercapai dengan cepat,” ujar Dudy.

Program ‘Green and Smart Port ASRI’ sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama. Sistem logistik andal dinilai menjadi kunci distribusi pangan berlangsung cepat, efisien, aman, serta merata di seluruh Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi, ‘Green and Smart Port ASRI 2026’ kembali diselenggarakan untuk mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi pelabuhan. Program penganugerahan tersebut juga mengedepankan efisiensi operasional serta tata kelola pelabuhan yang bertanggung jawab.

Sejak 2019 hingga 2025, sebanyak 41 pelabuhan telah mengikuti asesmen Green and Smart Port. Tahun ini, delapan pelabuhan menerima Penghargaan Green and Smart Port 2026, termasuk PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kalimantan Timur.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul sistem logistik pangan nasional. Menurutnya, pelabuhan tidak hanya menjadi tempat bongkar muat barang, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi berbagai kebutuhan.

"Pelabuhan menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi, hingga daerah konsumsi. Sehingga sangat menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga, dan menjaga stabilitas pangan,” ujar Menko Zulkifli.

Zulkifli menambahkan transformasi sektor logistik tidak lagi dapat dilakukan menggunakan cara-cara konvensional menghadapi tantangan mendatang. Menurutnya, pembaruan secara bertahap diperlukan agar daya saing nasional semakin kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....