Mensos Paparkan Kunci Pengentasan Kemiskinan di Musrenbang NTB

  • 18 Apr 2026 07:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Saifullah Yusuf sebut tata kelola jadi kunci utama pengentasan kemiskinan
  • Penyamaan data melalui DTSEN wajib untuk program tepat sasaran
  • Penanganan kemiskinan harus berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan
  • Program Sekolah Rakyat jadi strategi percepatan kemiskinan ekstrem
  • Kolaborasi pusat dan daerah jadi faktor utama keberhasilan

RRI.CO.ID, Mataram - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan kunci pengentasan kemiskinan adalah tata kelola. Hal ini disampaikan dalam Musrenbang NTB, 16 April 2026.

Ia menyebut program tidak cukup tanpa pembenahan sistem kerja. Penyamaan data menjadi langkah awal yang wajib dilakukan.

Gus Ipul menyampaikan arahan di hadapan pejabat pusat dan daerah. Di antaranya Menteri Desa Yandri Susanto dan Gubernur NTB Lalu Iqbal.

Ia menekankan tata kelola sebagai fondasi utama kebijakan. Perbaikan sistem akan mendorong hasil pembangunan.

“Kalau kemiskinan mau turun, tata kelola harus diperbaiki dulu. Kalau sudah baik, yang lain mengikuti,” ucapnya.

Menurutnya, perbaikan tata kelola harus dibarengi integritas. Ia menegaskan praktik korupsi tidak lagi mendapat ruang.

“Stop korupsi, itu masa lalu. Mari bekerja untuk hal yang benar,” katanya.

Gus Ipul menekankan penanganan kemiskinan harus terarah dan berkelanjutan. Upaya tidak boleh bersifat sementara.

Seluruh pemangku kepentingan harus bekerja bersama. Program harus dijalankan secara konsisten.

“Arahnya harus jelas dan dikerjakan bersama. Ini harus dilakukan terus-menerus,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya satu basis data nasional. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional menjadi acuan utama.

Menurutnya, perbedaan data membuat program tidak tepat sasaran. Pemerintah diminta menggunakan data yang sama.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan data berbeda. Semua harus mulai dari data yang sama,” ucapnya.

Penanganan kemiskinan juga tidak berhenti pada bantuan sosial. Program harus dilanjutkan dengan pemberdayaan masyarakat.

Layanan sosial seperti rumah singgah perlu diperkuat. Sentra Kemensos di daerah juga harus dioptimalkan.

Gus Ipul turut menyoroti program Sekolah Rakyat. Program ini menjadi strategi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Sekolah Rakyat ini memuliakan keluarga miskin. Program ini menjangkau yang selama ini belum terlayani,” katanya.

Ia mendorong pemerintah daerah ikut mendukung program tersebut. Dukungan termasuk penyediaan lahan dan fasilitas.

Menutup arahannya, Gus Ipul mengajak kolaborasi pusat dan daerah. Sinergi dinilai penting untuk menurunkan kemiskinan.

“Saya ingin kita bekerja bersama. Supaya kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Gubernur NTB menilai Musrenbang menjadi momentum penting. Forum ini mempertemukan pemerintah pusat dan daerah.

Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan peran desa sangat strategis. Desa menjadi ujung tombak penurunan kemiskinan.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan MoU pengawasan program. Selain itu, disepakati rancangan RKPD 2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....