Karhutla Sudah Muncul 2026, Pemerintah Perkuat Kewaspadaan di Kalbar
- 16 Apr 2026 16:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat sudah terlihat sejak awal tahun 2026
- luas lahan terbakar di Kalbar sejak Januari hingga 31 Maret 2026 telah mencapai sekitar 10.601 hektare
- Pemprov Kalimantan Barat telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla
RRI.CO.ID, Jakarta – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat sudah terlihat sejak awal tahun 2026. Kondisi ini mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kewaspadaan lebih dini menjelang puncak musim kemarau.
Hal tersebut mengemuka dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Apel tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago.
Berdasarkan data disampaikan, luas lahan terbakar di Kalbar sejak Januari hingga 31 Maret 2026 telah mencapai sekitar 10.601 hektare. Sementara itu, penanganan oleh tim operasional Manggala Agni baru mencakup sekitar 479,12 hektare.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi karhutla di Kalbar tidak bisa dianggap remeh. Bahkan sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.
“Ancaman karhutla sudah nyata sejak awal tahun. Ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak agar tidak berkembang lebih luas,” ujar Menko Polkam, Kamis, 16 April 2026.
Ia menegaskan bahwa pengendalian karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, dunia usaha, hingga masyarakat.
Sementara itu, Pemprov Kalimantan Barat telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla. Status ini dilakukan sejak 2 Februari hingga 15 November 2026 sebagai langkah antisipatif.
Sejumlah upaya terus digencarkan, mulai dari deteksi dini hotspot, patroli terpadu, edukasi masyaraka. Hingga adanya pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Sementara, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menekankan bahwa pendekatan pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan angka karhutla. Terutama di wilayah dengan lahan gambut.
Ia juga menambahkan bahwa penetapan status siaga darurat oleh pemerintah daerah menjadi faktor krusial. “Upaya preventif seperti menjaga tinggi muka air tanah sangat penting agar kebakaran tidak mudah terjadi,” ujarnya.
Pemerintah berharap, melalui langkah cepat dan koordinasi lintas sektor, potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sedini mungkin. Adanya pencegahan ini Karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....