BGN Siapkan Motor Listrik MBG Jangkau Daerah Terpencil
- 16 Apr 2026 15:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan pengadaan motor listrik untuk menunjang operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah
- Wakil Kepala (Waka) BGN Sony Sonjaya, menyatakan motor listrik MBG akan didistribusikan nasional
- Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan motor listrik masuk dalam perencanaan anggaran 2025 dan direalisasikan pada 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan pengadaan motor listrik untuk menunjang operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Kendaraan roda dua itu diproyeksikan membantu distribusi makanan bergizi, terutama di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Wakil Kepala (Waka) BGN Sony Sonjaya, menyatakan motor listrik MBG akan didistribusikan nasional. Distribusi menyasar daerah terpencil hingga kawasan perkotaan dengan akses jalan sempit.
“Untuk seluruh daerah, terutama daerah-daerah terpencil. Ini juga termasuk Jakarta sendiri juga sekolah yang masuk ke dalam gang,” kata Sony Sonjaya saat memberikan sambutan di agenda Satu Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Kamis, 16 April 2026.
Menurutnya, kendala akses distribusi tidak hanya terjadi di wilayah pedesaan, tetapi juga di kota besar seperti Jakarta. Banyak sekolah yang berada di gang sempit sehingga sulit dijangkau mobil pengangkut makanan.
"Ketika diperlukan koordinasi cepat, mobil tidak bisa masuk ke dalam gang. Sepeda motor lebih cepat menjangkau,” kata Sony.
Ia menegaskan pengadaan kendaraan tersebut dilakukan sesuai prosedur pengadaan barang dan jasa pemerintah. Lebih lanjut, Sony memastikan mekanisme pengawasan tetap berjalan untuk mencegah potensi penyimpangan anggaran.
“Apabila ada penyimpangan tentu itu menjadi ranah penegak hukum. Namun kami yakin pengadaan itu telah melalui proses pengadaan barang dan jasa,” ucap Sony menegaskan.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan motor listrik masuk dalam perencanaan anggaran 2025 dan direalisasikan pada 2026. Hingga batas penyelesaian pada 20 Maret 2026, penyedia baru mampu menuntaskan 85,01 persen atau 21.801 unit dari total 25.644 unit yang dikontrakkan.
Dadan juga membantah informasi yang menyebut pengadaan motor listrik mencapai 70.000 unit. Ia mengatakan kendaraan tersebut merupakan produk dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 48,5 persen dan diproduksi di Citeureup.
Motor listrik tersebut diperuntukkan bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menunjang mobilitas operasional harian program MBG. Harga pengadaan satu unit motor listrik sekitar Rp42 juta, lebih rendah dibanding harga pasaran yang mencapai Rp52 juta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....