Ketum MUI Harap Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Ekonomi
- 05 Mar 2026 21:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar berharap konflik di Timur Tengah tidak berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Ia mengatakan harapan utama dari para ulama adalah terciptanya perdamaian di kawasan tersebut.
"Yang jelas, kita inginnya itu semuanya menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia. Kalau berpengaruh, kan kalian juga susah," kata Anwar kepada wartawan sesaat setelah tiba di sebelum di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Anwar mengaku belum mengetahui secara pasti apakah konflik Timur Tengah akan menjadi topik pembahasan dalam pertemuan dengan Presiden. Menurutnya, agenda yang dijadwalkan hari ini di Istana lebih difokuskan pada kegiatan buka puasa bersama.
Ia juga memperkirakan tidak ada diskusi khusus dalam pertemuan tersebut karena keterbatasan waktu. Namun, ia menilai dialog antara ulama dan pemerintah tetap penting untuk memperkuat komunikasi.
"Rasanya begitu, kalau ada diskusi malah lebih bagus. Karena kan ya mungkin perlu ada komunikasi yang lebih bagus antara ulama dan umara," ujar Anwar.
Anwar menambahkan undangan untuk menghadiri acara buka puasa bersama Presiden diterima sehari sebelumnya. Acara tersebut turut mengundang sejumlah tokoh agama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.
Presiden Prabowo Subianto mengundang tokoh Islam dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam untuk berbuka puasa bersama (Iftar). Kegiatan buka puasa di gelar di Istana Negara, Kamis, 5 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan, telah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar. Ia didampingi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional yang juga merupakan Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid.
Keduanya tiba pukul 16.00WIB. Selain itu, tiba Rois Aam PBNU, Miftahul Akhyar.
Dalam keterangannya, Nusron mengatakan buka puasa juga melibatkan pengasuh pondok pesantren dan mubalik. Adapun kehadiran Jusuf Kalla (JK), Nusron mengatakan kapasitas JK sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia.
"Ya nanti semua ketua umum ormas (organisasi kemasyarakatan) Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren. Pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," kata Nusron.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....