Fahira Dukung Label Gizi Nutri-Level, Dorong Konsumsi Sehat Masyarakat

  • 16 Apr 2026 01:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fahira Idris, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang mewajibkan pencantuman label gizi Nutri-Level pada produk makanan dan minuman.
  • Kehadiran label Nutri-Level merupakan terobosan penting karena mampu menyederhanakan informasi kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) yang selama ini dianggap sulit dipahami masyarakat

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI Fahira Idris, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang mewajibkan pencantuman label gizi Nutri-Level pada produk makanan dan minuman. Kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurut Fahira, kehadiran label Nutri-Level merupakan terobosan penting dan strstegis. Karena mampu menyederhanakan informasi kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) yang selama ini dianggap sulit dipahami masyarakat.

“Ini langkah maju yang sangat penting. Selama ini, banyak masyarakat kesulitan membaca tabel gizi yang kompleks. Dengan Nutri-Level, informasi menjadi lebih sederhana, cepat dipahami, dan langsung berdampak pada pilihan konsumsi,” ujar Fahira di Kompleks Parlemn, Senayan, Jakarta, Rabu 15 April 2026.

Ia menilai urgensi kebijakan tersebut sangat tinggi mengingat konsumsi gula, garam, dan lemak yang terus meningkat dan berkontribusi pada melonjaknya penyakit tidak menular.

Seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

Beban pembiayaan kesehatan nasional pun sebagian besar berkaitan dengan penyakit akibat pola konsumsi tidak sehat. Selain itu, tren obesitas dan konsumsi minuman berpemanis, termasuk di kalangan anak-anak terus meningkat.

Sehingga hal itu berpotensi memicu krisis kesehatan jangka panjang jika tidak diintervensi sejak dini. Namun, Fahira mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga kualitas implementasi di lapangan.

“Label saja tidak cukup. Harus dipastikan masyarakat memahami, industri beradaptasi, dan ekosistem kebijakan berjalan secara utuh,” ujar Senator asal Dapil DKI Jakarta.

Fahira lantas menyampaikan tujuh rekomendasi agar kebijakan label gizi memberikan dampak signifikan. Antara lain :

1. Desain label harus sederhana, kontras, dan mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.

2. Edukasi publik dilakukan secara masif dan berkelanjutan agar masyarakat memahami arti label Nutri-Level.

3. Percepatan transisi dari skema sukarela ke wajib dengan roadmap yang jelas.

4. Pengawasan dan penegakan aturan diperkuat untuk mencegah manipulasi informasi.

5. Mendorong reformulasi produk oleh industri agar lebih sehat.

6. Integrasi kebijakan label dengan pembatasan iklan makanan tidak sehat, edukasi sekolah, dan kebijakan fiskal seperti cukai minuman berpemanis.

7. Dukungan dan pendampingan bagi pelaku usaha agar tidak terbebani biaya penyesuaian.

Fahira menegaskan, kebijakan ini memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat sekaligus keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk pola konsumsi sehat sejak dini.

“Label ini harus menjadi alat bantu bagi keluarga untuk lebih bijak memilih makanan. Terutama bagi anak-anak agar terhindar dari risiko penyakit sejak dini,” kata Fahira.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....