Presiden Prabowo Prioritaskan Keselamatan Jemaah Haji di tengah Situasi Konflik
- 15 Apr 2026 16:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan keselamatan jemaah haji di tengah eskalasi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
- Presiden meminta semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan rencana mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut.
- Pemerintah menetapkan kuota haji Indonesia tahun 2026 sebanyak 221 ribu jemaah dan keberangkatan kloter pertama dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026 menuju Madinah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan keselamatan jemaah haji. Penegasan ini disampaikan di tengah eskalasi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ia mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan global secara intensif untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Seluruh kebijakan disusun dengan menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
“Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah menjadi perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama," ucap Irfan dalam keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Irfan mengatakan Presiden meminta semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan rencana mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut. Pemerintah berupaya memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke Tanah Air. Selain itu, distribusi logistik juga menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan haji.
“Fokus pada keamanan jemaah di Arab Saudi, keamanan selama perjalanan ke/dari Arab Saudi. Serta keamanan logistik selama melaksanakan ibadah haji,” uujar Irfan.
Meski kawasan Timur Tengah tengah mengalami dinamika, pemerintah memastikan seluruh tahapan tetap berjalan sesuai jadwal. Kepastian ini diperoleh melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi. Penyelenggaraan ibadah haji tetap dilakukan sesuai jadwal,” kata Irfan.
Pemerintah menetapkan kuota haji Indonesia tahun 2026 sebanyak 221 ribu jemaah. Keberangkatan kloter pertama dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026 menuju Madinah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....