Klarifikasi Anggaran Kaos Kaki SPPI, BGN Sebut Pengadaan Dilakukan Unhan
- 13 Apr 2026 22:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala BGN Dadan Hindayana meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait pengadaan kaos kaki.
- BGN tidak melakukan pengadaan langsung untuk perlengkapan tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait pengadaan sejumlah perlengkapan. Termasuk kaos kaki, yang dinilai warganet memiliki anggaran terlalu besar.
Dadan menegaskan bahwa BGN tidak melakukan pengadaan langsung untuk perlengkapan tersebut. Kaos kaki merupakan bagian dari perlengkapan yang diberikan kepada peserta pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diselenggarakan Universitas Pertahanan (Unhan).
“Untuk kaos kaki, itu bukan pengadaan di BGN. Itu diberikan saat pendidikan SPPI sebagai bagian dari perlengkapan peserta yang diselenggarakan oleh Unhan,” ujarnya di Jakarta, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, pelaksanaan pendidikan SPPI di Unhan menggunakan anggaran dari BGN melalui mekanisme swakelola tipe 2. Dalam skema tersebut, pelaksanaan kegiatan hingga pengadaan perlengkapan menjadi tanggung jawab pihak Unhan.
“Jadi perlu dipahami bahwa pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung oleh BGN. Melainkan oleh Unhan dalam rangka pelaksanaan pendidikan SPPI,” katanya.
Dadan menambahkan, setiap penggunaan anggaran negara di lingkungan BGN telah melalui proses perencanaan, penganggaran. Hingga pengawasan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman. Serta keresahan masyarakat, yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Dan mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta merujuk pada sumber resmi,” ujarnya.
BGN menegaskan komitmennya menjaga prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Serta membuka diri terhadap pengawasan internal maupun eksternal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....