Kepala BGN Jelaskan Urgensi Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG

  • 09 Apr 2026 11:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menegaskan motor listrik MBG digunakan untuk menjangkau wilayah terpencil, bukan pemborosan anggaran.
  • BGN memastikan pengadaan motor listrik terbatas pada 2025, sementara Dadan Hindayana membantah klaim 70 ribu unit beredar.
  • Dadan Hindayana meluruskan isu viral motor listrik BGN dan memastikan pengadaan hanya untuk kebutuhan operasional SPPG.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan alasan pengadaan sepeda motor listrik untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan menyebut, motor listrik digunakan untuk menunjang mobilitas petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil yang sulit diakses.

"Ya program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang hanya bisa dengan motor, untuk menunjang operasional," ujar Dadan saat menghadiri Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Ia menegaskan penggunaan kendaraan tersebut tidak terbatas hanya bagi kepala SPPG. Seluruh petugas yang terlibat dalam operasional juga dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan di lapangan.

Namun, Dadan memastikan pengadaan motor listrik tidak akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. Ia menyebut pembelian kendaraan tersebut hanya dilakukan untuk kebutuhan tahun 2025.

"Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian, karena ini kan anggaran 2025 ya. Tahun 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian," ujar Dadan.

Isu pengadaan motor listrik ini sempat menjadi perhatian publik setelah beredar video viral di media sosial. Video tersebut menampilkan puluhan unit motor listrik berlogo BGN yang memicu berbagai spekulasi.

Dalam unggahan akun TikTok @NOVIR007, Senin, 6 April 2026, disebutkan jumlah kendaraan mencapai puluhan ribu unit di satu wilayah. Informasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan terkait jumlah dan distribusinya.

"Ini saya spill semua motor ada 70.000 motor untuk wilayah provinsi Jawa Barat doang. Nah kira-kira semua karyawannya atau cuma kepala dapur sppg doang?," ujar unggah tersebut.

"Saya kurang paham, saya tidak berani menyebarkan berita hoaks. Tapi yang jelas ini untuk provinsi Jawa Barat doang ya ada 70.000 unit motor," katanya.

Menanggapi hal itu, Dadan menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar. Ia menyebut jumlah kendaraan tidak sebanyak yang disebutkan dalam narasi video tersebut.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," ujar Dadan dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Pihaknya memastikan motor listrik tersebut memang disiapkan untuk mendukung operasional program MBG. Kendaraan itu difokuskan untuk memperlancar distribusi layanan gizi kepada masyarakat.

Dengan adanya klarifikasi ini, pemerintah berharap tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Transparansi informasi dinilai penting agar program MBG tetap berjalan dengan dukungan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....