Stabilitas Politik Keamanan Nasional Dinilai Jadi Pertimbangan Utama Investor
- 13 Apr 2026 16:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan stabilitas politik dan keamanan nasional tetap terjaga untuk menarik investasi
- Kepastian hukum menjadi perhatian penting bagi investor jangka panjang.
- Perubahan regulasi yang tidak konsisten dapat memicu kekhawatiran dalam berinvestasi.
- Investor menyatakan kerja sama di bidang keamanan digital berpotensi memperkuat sistem perlindungan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan stabilitas politik dan keamanan nasional tetap terjaga untuk menarik investasi. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polkam, Irjen Pol. Desman Sujaya Tarigan.
Desman menilai kondisi nasional saat ini berada dalam situasi kondusif dan terkendali. Stabilitas tersebut menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam menanamkan modal.
“Bagaimana peran pemerintah dalam menjamin perlindungan dan keberlanjutan visi-misinya. Kemudian sumber daya, sumber daya manusia, termasuk juga sistem kepastian hukum," ujar Desman kepada RRI di sela kegiatan Forum Bisnis dan Investasi di Gedung RRI, Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Menurutnya, kepastian hukum menjadi perhatian penting bagi investor jangka panjang. Perubahan regulasi yang tidak konsisten dapat memicu kekhawatiran dalam berinvestasi.
Desman menyebut pemerintah telah memperkuat dukungan melalui regulasi dan sistem perizinan digital. “Ini loh indeks ekonomi kita, termasuk regulasi-regulasi kita yang mensupport dan juga koordinasi antara Kementerian Pusat dan daerah yang cukup masif,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem Online Single Submission (OSS) turut menjadi faktor pendukung kemudahan investasi. “Dan juga sistem digital OSS itu kan satu pintu, jadi mempermudah perizinan-perizinan melalui elektronik,” kata Desman.
Meski demikian, Desman menegaskan bahwa keamanan tidak cukup hanya disampaikan melalui pernyataan. Persepsi masyarakat terhadap keamanan juga dipengaruhi faktor psikologis dan informasi yang beredar.
“Kita jangan sampai ngomong doang gitu, aman di sini, tapi kita bisa lihat dari indikator-indikator,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga stabilitas nasional.
Sementara itu, Sekretaris Umum Beijing Security, Shui Hong Yong, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan investasi. Ia menyebut perusahaan asal Tiongkok tertarik memperluas kerja sama di sektor teknologi.
“Kami berpikir bahwa Indonesia sekarang berada di perjalanan berkembang dan perusahaan di China juga sangat ingin berada di Indonesia. Di sini akan ada banyak kesempatan yang cocok untuk kita berkembang dan kita berharap bisa berkembang di sini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan fokus kerja sama mencakup sektor keamanan berbasis teknologi. Pengembangan smart city hingga sistem keamanan digital menjadi peluang yang ditawarkan kepada Indonesia.
“Kami fokus pada perniagaan terutama untuk menjalankan pekerjaan dalam bidang keamanan. Misalnya pembinaan kota pintar (smart city)," katanya.
Menurutnya, kerja sama di bidang keamanan digital berpotensi memperkuat sistem perlindungan nasional. Selain itu, kolaborasi ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di Indonesia.
Sebelumnya Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) menggelar forum bertajuk Fastering Strategic Partnership and Shared Opportunities. Forum tersebut mengundang para delegasi bisnis dan investasi dari Tiongkok untuk turut berinvestasi di Indonesia.
Forum juga merupakan langkah mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang berkaitan dengan investasi. Dalam agenda tersebut investasi mencakup sektor teknologi, digital dan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....