Kementerian PU Percepat Mitigasi El Nino untuk Jaga Ketersediaan Air
- 11 Apr 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU mempercepat mitigasi El Nino untuk menjaga ketersediaan air nasional
- Bendungan dioptimalkan agar terisi penuh sebelum puncak musim kemarau
- Kementerian PU akan melalukan modifikasi cuaca di hulu bendungan untuk menjaga pasokan air
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat mitigasi menghadapi potensi El Nino dalam menjaga ketersediaan air. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan upaya mitigasi telah mulai dilakukan melalui optimalisasi bendungan di berbagai daerah. Saat ini, Kementerian PU mendorong agar seluruh bendungan berada pada kondisi terisi penuh sebelum puncak musim kemarau tiba.
“Kalau masalah mitigasi terhadap bencana el nino itu sebenarnya sudah kita mulai. Bahkan beberapa saat lalu saya ke Gajah Mungkur saya dikasi info, sekarang bendungan sedang posisi berusaha dibikin penuh” ujar Menteri Dody di Kantor Kementerian PU, Jumat 10 April 2026.
Ia menjelaskan bendungan yang terisi penuh mampu mengairi lahan pertanian tanpa hujan dalam jangka waktu tertentu. Salah satu contohnya pada Waduk Gajah Mungkur tersebut yang mampu menyuplai air hingga beberapa bulan ke depan.
“Gajah Mungkur tuh kalau penuh dia bisa mengairi sawah di bawahnya tanpa ada hujan sedikit pun. Sampai dengan bulan September-Oktober,” katanya.
Namun, jika periode tersebut terlewati, kata Dody, kementeriannya menyiapkan langkah tambahan untuk menjaga pasokan air tetap tersedia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca di wilayah hulu bendungan agar suplai air tetap terjaga.
“Jadi hulu-hulunya dihujani agar tetap turun ke bendungan. Kita tidak melakukan operasi modifikasi cuaca di bendungan, karena kita takut meleset kalau meleset, kita lebih repot lagi,” ucap menteri tersebut.
Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan pompa air sebagai solusi saat terjadi kekeringan di lahan pertanian. Penyediaan pompa dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian agar tidak terjadi tumpang tindih program.
Ia juga menekankan penggunaan pompa harus diiringi pembangunan jaringan irigasi tersier agar distribusi air lebih efektif. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pemanfaatan air dilakukan secara efisien dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Selain itu, menurut Dody pengelolaan air yang optimal juga mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kemarau panjang. Dengan dukungan infrastruktur, lahan pertanian ditargetkan tetap dapat panen minimal dua kali dalam setahun.
“Kita juga harus buka jaringan irigarasi tersiernya, sehingga air yang kita alirkan itu lebih efektif, efisien untuk air disawah. Harapan kami, sawah-sawah kadang hujan itu minimum bisa panen setahun 2 kali, kalau bisa 3 kali, alhamdulillah sekali,” kata Dody.
Dody menegaskan mitigasi El Nino menjadi prioritas karena berdampak langsung pada produksi pangan nasional. Ia mengingatkan kegagalan pengelolaan air berpotensi mengganggu target swasembada pangan di tahun 2026 dan 2027.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....