Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Digenjot, Perkuat Hilirisasi dan Logistik

  • 11 Apr 2026 07:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Sumatera Selatan.
  • Proyek ini dinilai strategis untuk mendukung hilirisasi dan meningkatkan efisiensi logistik nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Sumatera Selatan. Proyek ini dinilai strategis untuk mendukung hilirisasi dan meningkatkan efisiensi logistik nasional.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan proyek tersebut menjadi solusi atas tantangan logistik di daerah. Pembangunan ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing investasi.

“Persoalan utama kita bukan pada sumber daya, tetapi pada kemampuan mengkomersialisasikan dan efisiensi logistik. Pelabuhan Tanjung Carat ini adalah solusi untuk meningkatkan kapasitas perdagangan dan memperbaiki daya saing kita,” ujarnya saat menghadiri Pencanangan Pembangunan (Project Launching) Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis, 9 April 2026.

Ia menilai Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan infrastruktur logistik.

“Kita ini kaya sumber daya, tapi kalau tidak kompetitif, tidak ada artinya. Ujungnya masyarakat juga yang menanggung, maka infrastruktur logistik menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah,” katanya.

Todotua menjelaskan pelabuhan tersebut akan terintegrasi dengan infrastruktur pendukung. Di antaranya jalan tol, jalur kereta api, serta kawasan industri.

Selain itu, kawasan Tanjung Carat juga direncanakan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis hilirisasi. Langkah ini untuk memperkuat daya saing investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini konsolidasinya bagian dari proyek investasi dan proyek strategis nasional, dan rencananya juga akan dibuka area kawasan ekonomi khusus. Nanti ini akan pertama kalinya menjadi kawasan ekonomi khusus hilirisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan realisasi investasi di Sumatera Selatan pada 2025 mencapai Rp62,66 triliun. Investasi tersebut didominasi sektor industri pengolahan serta pertambangan dan energi.

“Potensi investasinya sudah besar. Tetapi harus kita dorong dengan infrastruktur yang efisien agar nilai tambahnya bisa maksimal dan daya saingnya meningkat,” katanya.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmennya membangun pelabuhan samudera di wilayahnya. Target pembangunan tersebut diharapkan terealisasi pada 2028 atau paling lambat 2029.

Ia mengatakan pembangunan pelabuhan ini merupakan cita-cita panjang yang telah diperjuangkan sejak puluhan tahun lalu. Upaya tersebut telah dirintis oleh para pemimpin daerah sebelumnya.

“Kalau ditarik ke belakang, ini sudah lebih dari 40 tahun diperjuangkan. Dari yang tadinya baru tanda-tanda atau ‘hilal’, hari ini menjadi kenyataan dengan dimulainya project launching,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pelabuhan samudera sangat penting bagi Sumatera Selatan. Hal ini mengingat daerah tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam seperti batu bara, karet, dan kopi.

Ia menjelaskan selama ini distribusi komoditas masih bergantung pada pelabuhan di luar daerah. Kondisi tersebut menyebabkan biaya logistik menjadi lebih tinggi dan daya saing menurun.

Selain itu, pendangkalan Sungai Musi juga menjadi kendala serius bagi aktivitas pelayaran. Kapal berukuran besar tidak dapat beroperasi optimal di Pelabuhan Boom Baru.

“Ini bukan hanya soal niaga, tetapi juga kemanusiaan. Kemacetan dan kecelakaan di dalam kota juga menjadi dampak dari aktivitas pelabuhan yang tidak lagi memadai,” ujarnya.

Herman optimistis pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi solusi. Proyek ini diharapkan mampu menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru sekaligus meningkatkan efisiensi logistik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....