Bapanas Perkuat Pemerintah Pusat-Daerah Jaga Ketahanan Pangan
- 10 Apr 2026 12:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sinergi Pusat-Daerah: Bapanas memperkuat kolaborasi pusat dan daerah guna menjaga ketahanan pangan menghadapi krisis iklim dan geopolitik
- Peran Strategis Gubernur: Mengoptimalkan peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dalam pelaksanaan dekonsentrasi ketahanan pangan 2026
- Fokus Program: Pengawalan neraca pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPP), dan keamanan pangan
- Kebijakan Berbasis Data: Penggunaan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan serta Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi sebagai sistem peringatan dini
- Gerakan Selamatkan Pangan: Sosialisasi aplikasi "Stop Boros Pangan" untuk menekan angka pemborosan pangan (food loss and waste)
- Edukasi Konsumsi: Menghimbau masyarakat untuk belanja bijak dan menghindari panic buying demi stabilitas pasokan pangan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini untuk menjaga ketahanan pangan di tengah krisis iklim dan geopolitik.
Penguatan dilakukan melalui optimalisasi peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat. Peran ini mendukung pelaksanaan dekonsentrasi ketahanan pangan tahun 2026.
"Urusan pangan harus kita jaga dari hulu hingga hilir. Kemandirian dan kedaulatan adalah ruh penyelenggaraan pangan," ucap Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis dalam rilis resmi Bapanas, Jumat 10 April 2026.
Nita menekankan pentingnya eksekusi kebijakan di lapangan. Ia menyebut peran pemerintah daerah sangat strategis.
"Informasi hari ini harus bisa langsung dieksekusi. Kalau hanya di atas kertas, dampaknya tidak akan kuat," ucapnya.
Program yang dikawal meliputi neraca pangan daerah dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu juga penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPP) dan keamanan pangan.
Bapanas mendorong kebijakan berbasis data di daerah. Instrumen yang digunakan meliputi Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan serta Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi.
Instrumen tersebut berfungsi sebagai sistem peringatan dini. Tujuannya agar intervensi bantuan tepat sasaran.
Bapanas juga mendorong gerakan selamatkan pangan di daerah. Upaya ini untuk mengurangi pemborosan pangan atau food loss and waste.
Gerakan tersebut diintegrasikan melalui aplikasi Stop Boros Pangan. Sistem ini memperkuat ekosistem pangan berkelanjutan.
Nita mengingatkan pentingnya perilaku konsumsi masyarakat. Ia menyoroti dampak panic buying terhadap stabilitas pasokan.
"Kita harus bijak dalam mengonsumsi dan berbelanja pangan. Jangan panic buying karena bisa menyebabkan penimbunan," katanya.
| Baca juga: Bapanas Siapkan Beras SPHP Kemasan 2 Kg |
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....