Bapanas Dukung Percepatan Swasembada Susu Nasional
- 10 Apr 2026 11:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bapanas mendukung percepatan swasembada susu nasional melalui penguatan ekosistem sapi perah dari hulu hingga hilir
- Dukungan disampaikan Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas Indra Wijayanto saat kunjungan Komisi IV DPR di Salatiga
- Peningkatan produktivitas dan efisiensi industri hilir menjadi prioritas untuk memperkuat sektor persusuan
- Indonesia memiliki 499.360 ekor sapi perah pada 2025 dengan produksi 820.874,82 ton
- Produksi terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama Jawa Timur dengan lebih dari 475 ribu ton
- Industri hilir perlu diperkuat untuk meningkatkan nilai tambah dan memperlancar distribusi susu
- Stabilitas harga susu segar penting menjaga daya beli masyarakat dan keseimbangan produksi-konsumsi
- Harga susu sapi segar naik moderat 1,40 persen sepanjang 2024
- Wakil Ketua Komisi IV DPR Panggah Susanto menegaskan produksi susu nasional belum mencukupi kebutuhan konsumsi
- Susu menjadi komponen penting dalam program Makan Bergizi Gratis untuk peningkatan gizi anak-anak
RRI.CO.ID, Salatiga - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendukung percepatan swasembada susu nasional. Upaya ini dilakukan melalui penguatan ekosistem sapi perah dari hulu hingga hilir.
Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto menegaskan dukungan tersebut. Pernyataan disampaikan saat kunjungan Komisi IV DPR ke Salatiga, Jawa Tengah, Kamis 9 April 2026.
"Kami mendukung upaya Presiden dalam swasembada pangan. Ekosistem sapi perah harus dibangun dari hulu hingga hilir," ucapnya.
Indra menjelaskan penguatan sektor persusuan harus bersifat komprehensif. Peningkatan produktivitas dan efisiensi hilir menjadi kunci peningkatan produksi.
"Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kita. Kita optimis mampu meningkatkan produksi susu menuju swasembada," katanya.
Data 2025 mencatat populasi sapi perah sebanyak 499.360 ekor. Produksi susu segar nasional mencapai 820.874,82 ton.
Produksi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Jawa Timur menyumbang populasi 301.735 ekor dan produksi 475.394,86 ton.
Penguatan industri hilir diperlukan untuk menaikkan nilai tambah. Efisiensi distribusi juga menentukan akses masyarakat terhadap susu.
Stabilitas harga penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Keseimbangan produksi dan konsumsi menjadi prioritas utama pemerintah.
Harga susu sapi segar sepanjang 2024 meningkat moderat. Kenaikan berlangsung dari Rp 16.389 menjadi Rp 16.619 per liter.
Persentase kenaikan tercatat 1,40 persen sepanjang tahun. Data ini menegaskan perlunya stabilisasi ekosistem persusuan nasional.
Wakil Ketua Komisi IV DPR, Panggah Susanto menyoroti kebutuhan peningkatan produksi nasional. Ia menilai produksi dalam negeri belum mampu memenuhi konsumsi nasional.
"Tema ini relevan dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi susu. "Rantai pasok harus diperkuat secara strategis dan berkelanjutan," ucapnya.
Panggah menyebut sektor sapi perah berperan strategis bagi ekonomi masyarakat. Ia menekankan kontribusi susu bagi ketahanan pangan nasional.
"Susu berperan penting dalam pemenuhan gizi anak-anak. "Ini menjadi komponen utama dalam program Makan Bergizi Gratis," katanya.
| Baca juga: Bapanas Pastikan Stok Daging Sangat Aman |
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....