Bapanas Pastikan Stok Daging Sangat Aman

  • 19 Mar 2026 17:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok daging sapi nasional sangat aman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ketersediaan daging disebut mencukupi hingga setelah Lebaran.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebut stok nasional sangat memadai. Proyeksi ketersediaan daging ruminansia Maret mencapai 226 ribu ton.

Jumlah itu jauh di atas kebutuhan konsumsi nasional selama Maret. Kebutuhan daging sapi dan kerbau bulan ini diperkirakan sekitar 65,8 ribu ton.

“Stok kita sangat, sangat, sangat aman,” ucap Ketut di Jakarta, Selasa 17 Maret 2026. Ia menyebut ketersediaan saat ini lebih dari tiga kali kebutuhan bulanan.

Pasokan tersebut berasal dari beberapa sumber utama. Salah satunya produksi sapi dan kerbau lokal yang setara 28,2 ribu ton.

Pasokan lain berasal dari pemotongan sapi bakalan dan realisasi impor. Total kontribusi keduanya diperkirakan mencapai 29,2 ribu ton.

Selain itu, tersedia pula stok awal Maret yang cukup besar. Cadangan awal bulan ini tercatat mencapai 168,6 ribu ton.

Ketut mengatakan impor sapi hidup juga memperkuat cadangan daging nasional. Impor tersebut didominasi dari Australia, sedangkan Brasil masih terbatas.

Ia menambahkan stok daging lokal juga cukup banyak. Pasokan itu antara lain berasal dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut Ketut, tren harga daging sapi mulai menunjukkan perbaikan. Harga secara nasional cenderung stabil dan mulai menurun.

Pemerintah berkomitmen menjaga harga tetap wajar sampai tingkat pengecer. Pengawasan dilakukan mulai dari rumah potong hewan hingga pasar.

“Stok kita aman, kemudian harga daging nasional kecenderungannya flat dan turun,” kata Ketut. Pemerintah akan terus menjaga harga tetap terkendali.

Data Indeks Perkembangan Harga Badan Pusat Statistik menunjukkan tren penurunan harga. Jumlah daerah yang mengalami penurunan harga daging terus bertambah.

Pada pekan kedua Maret, sebanyak 47 kabupaten dan kota mencatat penurunan harga daging sapi. Pada akhir Februari, jumlahnya baru 19 kabupaten dan kota.

Sebelumnya, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman meminta importir segera mengeluarkan stok daging. Langkah itu dilakukan untuk menahan kenaikan harga selama Ramadan dan Idulfitri.

Amran menegaskan kenaikan harga bukan lagi disebabkan produksi. Menurutnya, persoalan justru muncul pada rantai distribusi besar dan pedagang perantara.

“Itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman-nya,” kata Amran. Ia meminta aparat menindak tegas pelaku yang memainkan harga.

Amran juga meminta Satgas Pangan memperketat pengawasan di seluruh daerah. Penindakan tegas akan dilakukan bila ditemukan anomali harga di lapangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....