Indonesia Perkuat Posisi Global lewat Indonesia Footwear Summit 2026
- 09 Apr 2026 17:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Industri alas kaki Indonesia terus menunjukkan kinerja positif dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. Momentum tersebut akan diperkuat melalui penyelenggaraan Indonesia Footwear Summit 2026 pada 13–15 April 2026 di Jakarta.
Footwear Summit 2026 nantinya akan diselenggarakan di DoubleTree by Hilton Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini merupakan forum internasional pertama di Indonesia.
Yang mana diselenggarakan melalui kolaborasi antara ECV International dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO). Forum tersebut akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri alas kaki global.
Mulai dari merek internasional, produsen, pemasok bahan baku dan teknologi, asosiasi industri, hingga investor. Ketua Umum APRISINDO Anton J. Supit mengatakan, forum untuk memperkuat kolaborasi global, dan membangun kemitraan bisnis baru.
“Melalui forum ini, kami berharap posisi Indonesia sebagai pusat produksi dan pengembangan industri alas kaki global semakin kuat. Karena minerja ekspor industri alas kaki nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif.
Pada 2025, nilai ekspor tercatat mencapai sekitar 7,98 miliar dolar AS atau meningkat 9,54 persen dibandingkan 2024. Secara kumulatif, ekspor alas kaki Indonesia meningkat lebih dari 65 persen dalam periode 2020–2025.
Anton menambahkan, capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai eksportir alas kaki terbesar ketiga di dunia. Dengan volume ekspor sekitar 601 juta pasang.
Pasar utama ekspor masih didominasi Amerika Serikat dengan porsi sekitar 30 persen atau senilai 2,8 miliar dolar AS pada 2025. Sementara itu, Uni Eropa menjadi pasar terbesar kedua dengan nilai sekitar 1,76 miliar dolar AS.
Menurut Anton, dinamika geopolitik global, termasuk kebijakan tarif perdagangan, turut mendorong perubahan rantai pasok industri alas kaki dunia. Dan membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai basis produksi bagi merek global.
Selain itu, peluang ekspansi pasar juga terbuka melalui perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Dan nantinya diharapkan dapat meningkatkan akses pasar melalui penurunan tarif.
Sementara, Ketua Dewan Pembina APRISINDO Eddy Widjanarko menyebut tujuan penyelenggaraan Indonesia Footwear Summit 2026. Yang bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat sourcing dan produksi alas kaki global.
Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, semakin banyak perusahaan global yang berminat memperluas investasi di Indonesia. Hal ini seiring tren relokasi dan diversifikasi rantai pasok global.
“Melalui forum ini, APRISINDO bersama ECV International berharap dapat mendorong peningkatan investasi. Kemudian memperluas perdagangan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri alas kaki dunia,” kata Eddy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....