BPOM Tekankan Kolaborasi ABG Perkuat Keamanan Pangan dan Industri Probiotik
- 02 Sep 2026 09:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala BPOM Taruna Ikrar mendorong kolaborasi academia, business, and government (ABG) untuk memperkuat keamanan pangan dan inovasi industri berbasis riset
- BPOM menilai pasar probiotik Indonesia memiliki peluang besar, dengan proyeksi meningkat dari USD1,88 miliar pada 2025 menjadi USD4,68 miliar pada 2033
- PT Yakult Indonesia Persada memperkuat edukasi keamanan pangan melalui lebih dari 1.200 Yakult Lady dan 46 Kader Keamanan Pangan terlatih
RRI.CO.ID, Sukabumi - Kepala BPOM Taruna Ikrar mendorong kolaborasi academia, business, and government (ABG) untuk memperkuat keamanan pangan sekaligus pertumbuhan industri. Kolaborasi tersebut dinilai penting bagi pengembangan inovasi produk pangan berbasis riset di Indonesia.
Dorongan itu disampaikan Taruna Ikrar saat melakukan kunjungan ke PT Yakult Indonesia Persada, Selasa, 1 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian monitoring dan evaluasi BPOM terhadap industri serta penguatan kerjasama keamanan pangan.
Taruna menilai kolaborasi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk membangun ekosistem keamanan pangan yang lebih kuat. Pengembangan produk berbasis riset juga diharapkan dapat dihilirisasi industri sehingga memberikan manfaat lebih luas.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa Universitas Djuanda Bogor hadir mewakili unsur academia bersama jajaran PT Yakult Indonesia Persada. Kepala BPOM beserta jajaran hadir sebagai unsur government, sementara perusahaan tersebut mewakili unsur business dalam kolaborasi.
Taruna juga mendorong PT Yakult Indonesia Persada memperluas ekspansi pasar di tengah potensi industri probiotik Indonesia. Pasar probiotik global diproyeksikan mencapai USD139,11 miliar pada 2031 dengan peluang pertumbuhan yang besar.
Sementara pasar probiotik Indonesia diperkirakan meningkat dari USD1,88 miliar pada 2025 menjadi USD4,68 miliar pada 2033. Data tersebut menggambarkan peluang besar bagi pengembangan industri probiotik dan perluasan pasar di Indonesia.
“Ekspansi pasar PT Yakult Indonesia Persada di Indonesia baru 3%, ini peluang yang perlu terus dikembangkan. Bagaimana cara meningkatkannya? Salah satunya dengan konsep ABG,” ujar Taruna Ikrar saat melakukan kunjungan ke PT Yakult Indonesia Persada, Sukabumi, Selasa, 1 September 2026.
Kunjungan BPOM juga dilakukan untuk memastikan penerapan sistem keamanan dan mutu pangan berjalan konsisten di perusahaan. Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pasar sekaligus menjaga keamanan produk bagi masyarakat.
“Kehadiran saya merupakan bagian dari pengawasan terhadap industri, yang dilakukan melalui proses monitoring, controlling, dan evaluating. Untuk memastikan seluruh manajemen keamanan pangan di perusahaan berjalan dengan baik,” katanya.
Taruna mengapresiasi komitmen PT Yakult Indonesia Persada dalam menerapkan standar keamanan dan mutu pangan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan IP CPPOB serta secara sukarela menerapkan standar lebih tinggi melalui Program Manajemen Risiko.
PT Yakult Indonesia Persada juga berhasil memperoleh Izin Penerapan Program Manajemen Risiko atau IP PMR Proaktif. Mereka juga memaksimalkan peran lebih dari 1.200 ‘Yakult Lady’ sebagai ujung tombak edukasi keamanan pangan
Selain memasarkan produk, Yakult Lady memberikan literasi mengenai prinsip ‘Cek KLIK’ yakni Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Sebanyak 46 Kader Keamanan Pangan dari unsur Yakult Lady dan trainer ToT telah memperoleh pelatihan penyuluhan.
Ke-46 kader tersebut menjadi bagian dari jejaring 2.592 Kader Keamanan Pangan BPOM yang telah dibentuk. Jejaring tersebut diharapkan memperluas pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai keamanan pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....