Menko Muhaimin: Diplomasi Ekonomi Presiden Bantu Tahan Gelombang PHK
- 09 Apr 2026 14:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Bidang Pemberdayaan Perekonomian (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto membantu menahan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
- Ketua Ikatan Alumni Universitas Terbuka (UT) Moeldoko menekankan pentingnya kerja nyata alumni agar kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata
RRI.CO.ID, Bogor - Menteri Bidang Pemberdayaan Perekonomian (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto membantu menahan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, langkah diplomasi luar negeri tersebut menjaga stabilitas industri nasional di tengah tekanan ekonomi global.
“Semua yang dilakukan Kabinet Merah Putih, termasuk Presiden yang aktif berdiplomasi ekonomi ke berbagai negara, membantu menghambat terjadinya PHK. Langkah itu menjaga industri tetap bergerak di tengah tekanan ekonomi global,” kata Muhaimin Iskandar saat konferensi pers di usai Menghadiri Rakernas Universitas Terbuka di Bogor, Jawa Barat, Kamis, 9 April 2026.
Ia menilai diplomasi ekonomi membuka peluang kerja sama dan investasi yang membantu menjaga aktivitas industri tetap berjalan. Meski demikian, pemerintah mengakui tekanan ekonomi masih berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Industri harus tumbuh. Karena itu semua langkah Presiden adalah untuk menumbuhkan ekonomi. Alhamdulillah tidak terjadi PHK massal seperti yang dikhawatirkan,” ujarnya.
Muhaimin mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari berbagai tekanan ekonomi global maupun tantangan domestik yang masih berlangsung. Ia menambahkan pemerintah saat ini berupaya keras menjaga agar kelas menengah tidak terus tergerus oleh tekanan ekonomi.
“Jumlah kelompok rentan masih sangat besar dan bahkan meningkat di tengah berbagai krisis nasional maupun ekonomi global yang kita hadapi. Kita terus bekerja sekuat tenaga agar kelas menengah tidak turun dan tetap kuat menghadapi tekanan ekonomi global,” ujar Muhaimin.
Sementara, Ketua Ikatan Alumni Universitas Terbuka (UT) Moeldoko menekankan pentingnya kerja nyata alumni agar kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata. Ia mengatakan organisasi alumni ingin memastikan berbagai potensi besar yang dimiliki lulusan UT dapat diubah menjadi kekuatan nyata bagi masyarakat.
“Sering kali kita hanya berhenti di MoU, setelah itu selesai tanpa sesuatu yang konkret. Yang kita inginkan sekarang adalah bagaimana potensi itu benar-benar menjadi kekuatan,” kata Moeldoko.
Menurutnya, jaringan alumni UT yang tersebar di berbagai daerah merupakan modal besar untuk menjalankan program sosial yang berdampak langsung. Salah satu fokus yang didorong adalah kontribusi dalam menghadapi isu perubahan iklim melalui aksi nyata menjaga lingkungan.
“Semua harus punya kesadaran berpartisipasi menghadapi climate change. Kita ingin alumni ikut berbuat dan berkontribusi memperbaiki kerusakan lingkungan,” ucap Moeldoko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....