Komisi VII DPR Ingatkan Antisipasi PHK akibat Ketidakpastian Global
- 06 Mar 2026 15:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Komisi VII DPR RI menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengantisipasi meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Antisipasi ini harus dilakukan di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi mengatakan, sinergi antara kementerian/lembaga pemerintah, pemerintah daerah. Serta DPR RI sebagai fungsi pengawasan sangat dibutuhkan untuk menekan dampak ketidakpastian ekonomi dunia terhadap sektor industri dan ketenagakerjaan.
“Perlu langkah kebijakan yang terencana. Mulai dari Plan A, Plan B, hingga Plan C untuk meminimalkan efek dari ketidakpastian global tersebut,” ujar Erna lewat keterangannya, Jumat, 6 Maret 2026.
Pihaknya sebelumnya telah mengunjungi ke PT GarudaFood Putra Putri Jaya di Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penguatan industri makanan dan minuman nasional, khususnya subsektor industri makanan olahan berbasis agro.
Dalam kesempatan itu, Komisi VII juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan insentif kepada sektor pertanian dan perkebunan. Hal itu guna memperkuat ketersediaan bahan baku lokal bagi industri makanan dan minuman.
Menurut Erna, pemerintah daerah perlu mendorong petani untuk menanam komoditas yang dibutuhkan industri. Salah satunya kacang sebagai bahan baku produk makanan.
“Memang menanam kacang bukan menjadi pilihan utama sebagian petani. Karena itu pemerintah daerah perlu kreatif memberikan insentif agar petani tertarik menanam kacang mendukung bahan baku lokal,” ucap Erna.
Komisi VII juga menyoroti potensi dampak konflik di wilayah Iran dan Timur Tengah terhadap rantai pasok industri makanan dan minuman di Indonesia. Ketegangan geopolitik tersebut berpotensi menghambat pasokan sekaligus meningkatkan biaya logistik bahan baku impor.
Sejumlah bahan baku yang berisiko terdampak antara lain kakao dan produk turunannya, olahan serealia seperti tepung dan pati, hingga produk turunan susu. Selain itu, bahan kemasan seperti plastik dan produk turunannya juga berpotensi mengalami gangguan pasokan.
Karena itu, penguatan bahan baku lokal dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas industri makanan dan minuman. Sekaligus meminimalkan dampak ketidakpastian global terhadap sektor industri dan ketenagakerjaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....