Menhaj: Persiapan Penyelenggaraan Haji Sudah 99 Persen
- 09 Apr 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah hampir terlaksana sesuai jadwal yang ditentukan
- Keputusan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran
RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah hampir terlaksana sesuai jadwal yang ditentukan. Keputusan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
"Hingga saat ini persiapan keberangkatan jemaah haji Tanah Air sudah hampir 100 persen. Tinggal sedikit lagi rampung semua," ujarnya, Kamis 9 April 2026. Untuk mencapai perencanaan yang sempurna atau 100 persen perihal pelaksanaan ibadah haji, pihaknya menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026.
"Mengusung tema Transformasi Penyelenggaraan Haji Inklusif dalam Tantangan Dinamika Geopolitik Global. Rakernas tersebut digelar di Asrama Haji Cipondoh, Kota Tangerang, Banten ini," ucapnya.
Meski hampir pasti terlaksana, Rakernas yang digelar hingga Sabtu, 11 April 2026 mendatang itu tetap membahas sejumlah fokus pembicaraan diantaranya eskalasi global. "Sampai tiga hari ke depan rakernas ini akan menyusun strategi mitigasi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk dari tantangan global yang sangat dinamis saat ini," kata dia.
Irfan pun meminta masyarakat yang menjadi peserta ibadah haji tahun ini tidak lagi gelisah dan cemas. Terhadap ketakutan penundaan atau pembatalan keberangkatan menuju Tanah Suci.
Pasalnya, persiapan pemerintah memberangkatkan 221.000 calon jemaah haji telah rampung secara keseluruhan. Mulai dari penerbitan visa, kartu nusuk hingga kloter keberangkatan dan kepulangan dari Arab Saudi ke Indonesia.
Sesuai rencana awal, lanjutnya, pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia akan dimulai secara bertahap pada 22 April 2026. Hal itu setelah menjalani persiapan satu hari sebelumnya, yaitu Selasa 21 April 2026.
"Alhamdulillah persiapan sudah selesai semua seperti visa sudah 100 persen keluar, kartu nusuk tadi pagi saya cek bahwa 100 persen sudah di Indonesia semua. Hanya tnggal dibagikan kepada jemaah nanti lalu diaktifkan di Indonesia," ujarnya.
Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan seluruh pemangku kepentingan. Ini demi memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi ratusan ribu jemaah.
Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota, serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Terutama atas dukungan memberi pelayanan terbaik bagi calon jemaah haji asal Indonesia.
Menhaj pun berharap kondisi dinamika global dan situasi konflik di Timur Tengah tidak mengganggu operasional gelaran haji. "Kepada seluruh jemaah haji harapkan tenang, enggak perlu takut dijadwal ulang lagi, tidak perlu galau lagi berangkat atau tidak, InshaAllah tentu berangkat," ucapnya.
"Tinggal jemaah saja menyiapkan diri secara batin, maupun secara fisik. Tujuannya untuk bisa menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya di Tanah Suci," tambahnya.
Lebih lanjut Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho menyatakan, pihaknya akan menghadirkan upaya terbaik dalam melayani dan menjaga proses keberangkatan jemaah haji hingga kembali ke Tanah Air. Terlebih rakernas tersebut akan mengatur skema keberangkatan jamaah haji dari berbagai daerah menuju ke Tanah Suci.
Pasalnya pola keberangkatan haji tahun ini dari Tanah Air menyesuaikan kondisi di Timur Tengah perihal konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. "Kegiatan rakernas ini digelar bertujuan mengukur dan menyatukan kesiapan dalam pemberangkatan jemaah haji Indonesia di 2026," kata dia.
Nantinya lewat hasil rakernas, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji 2026 dapat memiliki pedoman yang sama. Guna diterapkan kepada masyarakat yang akan pergi ke Makkah, Arab Saudi.
“Kami melakukan konsolidasi nasional secara menyeluruh guna menyeleraskan petugas operasional di lapangan, tingkat daerah hingga pusat lewat kesepakatan yang telah ditentukan," jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....