Presiden Prabowo: Jangan Jadi Bangsa Terlalu Santai, Hilangkan Budaya "Kumaha Engke"

  • 09 Apr 2026 10:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya meninggalkan budaya “kumaha engke” demi menjaga ketahanan nasional di tengah tantangan global.
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang terlalu santai menghadapi dinamika global.
  • Di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo Subianto mendorong kerja efisien dan kewaspadaan sebagai kunci stabilitas nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang terlalu santai dalam menghadapi situasi global. Presiden menekankan pentingnya menghilangkan budaya "kumaha engke" di dalam menjalankan roda pemerintahan.

Dalam bahasa Sunda, kumaha engke berarti bagaimana nanti. Dalam hal ini Presiden menekankan pentingnya kewaspadaan saat menghadapi kondisi global yang penuh tantangan saat ini.

“Ini hanya periode tertentu dan (penghematan) ini juga benar, ini juga baik, kita tidak boleh jadi bangsa yang terlalu santai. Mari kita koreksi diri kita," ujar taklimat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026

"Bangsa kita terlalu banyak diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Sehingga kita ini kumaha engke, ya kan, bukan engke kumaha, kumaha engke tenang aja,” kata Presiden.

Presiden menyebut laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menunjukkan pasokan BBM masih aman. Meski demikian, Presiden menegaskan kondisi aman tidak boleh membuat pemerintah bersikap santai.

“Pak Bahlil bilang aman, jadi tenang. Aman tidak berarti kita tenang-tenang, kita santai-santai, tidak, kita bekerja kita waspada,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, setiap krisis harus dilihat sebagai momentum untuk memperbaiki kinerja nasional. Maka Kepala Negara mendorong seluruh pihak untuk bekerja lebih efisien dan menghindari pemborosan.

“Saudara-saudara, krisis ini bagi saya adalah sebuah peluang. Peluang yang membuat kita harus bekerja lebih baik, lebih efisien, tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran," ucap Presiden.

"Sekarang kita harus menghimpun seluruh kekuatan kita,” ujarnya. Kepala Negara menilai bahwa kebersamaan dan disiplin menjadi kunci menjaga ketahanan nasional ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....