Pemerintah Kaji Tarif Batas Atas Tiket Pesawat jika Avtur Naik

  • 30 Mar 2026 21:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mengkaji dan mengevaluasi tarif batas atas tiket pesawat jika harga bahan bakar pesawat (avtur) mengalami kenaikan akibat dinamika global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengkaji dan mengevaluasi tarif batas atas tiket pesawat jika harga bahan bakar pesawat (avtur) mengalami kenaikan akibat dinamika global. Hal ini disampaikan langsung Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.

“Kondisi saat ini masyarakat masih menghendaki harganya turun. Tapi situasi global juga perlu kami antisipasi, kami akan melakukan kajian atas segala kemungkinannya,” kata Dudy Purwagandhi saat diwawancarai awak media di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Menurutnya, potensi kenaikan harga avtur muncul akibat terganggunya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah sejak konflik akhir Februari. Saat ini, kata Dudy, pihaknya masih menunggu laporan resmi Kementerian ESDM dan Pertamina sebelum memutuskan kebijakan lanjutan terkait tarif tiket pesawat.

“Untuk tindak lanjutnya kami masih menunggu laporan dari ESDM dan Pertamina. Khususnya yang terkait pergerakan harga avtur,” ujar Menhub menjelaskan.

Hingga kini, lanjut Dudy, kondisi pasokan avtur di dalam negeri kini masih dalam keadaan aman dan aktivitas transportasi udara tetap berjalan normal. Hal tersebut berdasarkan laporan Kementerian ESDM.

PT Pertamina (Persero) memastikan hingga kini belum ada penyesuaian harga avtur meskipun terjadi dinamika pasokan energi global. Perusahaan terus memantau perkembangan harga minyak dunia serta kondisi pasokan sebelum menetapkan kebijakan harga avtur.

“Saat ini belum ada penyesuaian harga avtur. Perseroan tetap memonitor dinamika harga minyak global serta kondisi pasokan dalam menetapkan kebijakan harga,” kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron.

Baron mengatakan pasokan avtur nasional masih berada dalam batas operasional yang aman dan mampu memenuhi kebutuhan penerbangan. “Pertamina terus memastikan keandalan pasokan melalui pengelolaan stok dan distribusi di seluruh titik layanan aviasi,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....