Gempa Magnitudo 4.7 Guncang NTT, BMKG Catat 48 Kali Gempa Susulan
- 09 Apr 2026 07:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa M4,7 mengguncang Lembata dan Flores Timur, dengan 48 gempa susulan tercatat hingga pagi.
- Episenter berada 21 km tenggara Larantuka dengan kedalaman dangkal lima kilometer akibat sesar aktif.
- Getaran III–IV MMI dirasakan warga, dan kerusakan bangunan terjadi di Adonara Timur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang Lembata, NTT, dan tercatat 48 kali gempa susulan hingga pagi ini. Guncangan tersebut terjadi Rabu 8 April pukul 23.17 WIB dan dirasakan di Lembata serta Flores Timur dan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter berada di laut tenggara Larantuka. Lokasinya pada koordinat 8,36 LS dan 123,15 BT dengan kedalaman lima kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyebut gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Kedalaman hiposenter yang dangkal menyebabkan getaran dirasakan cukup kuat di permukaan.
“Gempabumi ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Dampaknya dirasakan di wilayah Lembata dan Flores Timur,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Kupang, Kamis, 9 April 2026.
Getaran dirasakan di Flores Timur dengan intensitas III hingga IV MMI oleh masyarakat setempat. Di Lembata, getaran berada pada skala III MMI seperti truk berlalu.
Hingga pukul 05.40 WIB dilaporkan terdapat kerusakan bangunan di Kecamatan Adonara Timur. Sementara itu, hingga pukul 05.15 WIB tercatat 48 gempa susulan setelah kejadian utama.
“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa susulan hingga pagi hari. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat memastikan informasi resmi hanya berasal dari kanal komunikasi yang telah terverifikasi. Informasi dapat diakses melalui media sosial, situs resmi, dan aplikasi BMKG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....