Krisis Energi Dunia, Presiden: Peluang Percepat Pengembangan EBT
- 09 Apr 2026 01:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menilai krisis energi dunia dampak eskalasi Timur-Tengah peluang Indonesia kembangkan energi baru terbarukan (EBT)
- Presiden Prabowo Subianto tekankan pengembangan energi baru terbarukan harus dipercepat
- Kekayaan mineral dan pertanian jadi solusi energi baru terbarukan
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) harus segera terlaksana. Hal itu ditekankan Kepala Negara, sebagai langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.
Percepatan pengembangan energi baru terbarukan ini dikatakan Presiden, menjadi peluang Indonesia dalam menghadapi krisis energi global. Hal ini merupakan dampak dari ketegangan di Timur-Tengah (Tim-Teng), yang mengakibatkan terhambatnya jalur distribusi energi sejumlah negara-negara dunia.
"Krisis (energi) dunia ini bagi saya, adalah peluang untuk mempercepat langkah kita, membuat kita lebih fokus. Kita harus mempercepat, bahwa energi kita harus terbarukan," kata Presiden Prabowo dalam Taklimat Rapat Kerja Pemerintah, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Selain percepatan pengembangan energi baru terbarukan, Presiden juga menyatakan kekayaan mineral batu bara dapat menjadi solusi kebutuhan energi. Dengan berlimpahnya mineral batu bara Indonesia, Kepala Negara mengatakan bahwa kebutuhan bensin dan solar juga dapat terpenuhi.
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga turut menyoroti pengembangan bahan bakar nabati (Biofuel). Menurut Presiden, kekuatan sektor pertanian pada komoditas singkong dan jagung, dapat menjadi alternatif mewujudkan kedaulatan energi.
"Dan kita bisa (kembangkan energi) dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara. Dari singkong, dari jagung," imbuh Presiden.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....