Proyek Kereta Bali Tetap Dibuka untuk Investor, Pemerintah Hadirkan Water Taxi
- 08 Apr 2026 17:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut belum ada investor yang melanjutkan pembahasan proyek kereta api di Bali hingga saat ini
- Pemerintah tetap berupaya menawarkan peluang investasi untuk pengembangan MRT dan LRT kepada berbagai pihak
- Water Taxi disiapkan sebagai solusi sementara untuk menjembatani kebutuhan transportasi sambil menunggu investor masuk
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hingga kini belum ada investor yang melanjutkan pembahasan pengembangan kereta api di Bali. Ia menegaskan pemerintah tetap berupaya menawarkan proyek tersebut kepada pihak yang berminat mengembangkan transportasi berbasis rel di wilayah tersebut.
Dudy menjelaskan sebelumnya memang sempat terdapat minat dari investor terkait proyek pengembangan kereta api di Bali. Namun hingga saat ini belum ada pihak investor yang kembali datang atau melanjutkan pembicaraan mengenai rencana tersebut.
“Memang pada sebelum ini saya mendapatkan bahwa ada minat, namun sampai dengan sekarang ini belum ada investor lagi yang datang. Atau mau membicarakan kembali mengenai pengembangan kereta,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.
Ia menyampaikan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam merealisasikan proyek transportasi berbasis rel di wilayah Bali. Meski demikian, upaya untuk menarik minat investor terus dilakukan melalui berbagai pendekatan yang memungkinkan kerja sama tersebut terwujud.
Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen menawarkan peluang investasi kepada berbagai pihak yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan jalur kereta. Penawaran tersebut mencakup proyek MRT maupun LRT yang direncanakan sebagai salah satu moda transportasi di kawasan Bali.
“Jadi kami tetap berusaha Pak, untuk mencoba untuk menawarkan kepada pihak-pihak investor yang tertarik kepada pengembangan jalur kereta. Baik itu MRT maupun LRT di wilayah Bali,” ucapnya.
Sebagai langkah alternatif, pemerintah menghadirkan opsi Water Taxi untuk menjembatani kebutuhan transportasi sementara menunggu investor masuk. Solusi tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat sekaligus menjadi penghubung sebelum proyek kereta api terealisasi sepenuhnya.
“Itu sebabnya kami datang dengan salah satu solusi alternatif Water Taxi itu. Untuk menjembatani antara waktu yang ada dengan investor yang akan masuk,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....