Menhub Dorong Pengembangan Celukan Bawang untuk Urai Kepadatan Penyeberangan

  • 08 Apr 2026 15:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang dilakukan untuk memecah kepadatan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang terus meningkat setiap tahun
  • Pemerintah menyiapkan tambahan dermaga dan pelabuhan alternatif di Bali Utara dan Timur untuk memperkuat kapasitas penyeberangan
  • Penyediaan buffer zone dan pelabuhan pasangan di Gilimanuk menjadi solusi jangka pendek mengatasi lonjakan kendaraan saat hari raya

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan rencana pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai solusi mengurai kepadatan penyeberangan Ketapang menuju Gilimanuk. Ia menyebut pembangunan dermaga menjadi bagian strategi pemerintah mengatasi lonjakan arus kendaraan yang terus meningkat.

Dudy mengungkapkan pembahasan terakhir bersama gubernur menyoroti upaya mengurai kemacetan melalui pengembangan pelabuhan di wilayah utara dan timur Bali. Langkah tersebut diharapkan mampu memecah arus penyeberangan seperti yang telah diterapkan pada rute Merak menuju Bakauheni di Lampung.

“Salah satu alternatifnya adalah pengembangan pelabuhan termasuk diantaranya pengembangan pelabuhan ferry di wilayah utara maupun wilayah timur Bali. Dengan harapan kita bisa memecah sebagaimana yang kita lakukan di Provinsi Lampung untuk penyeberangan Merak-Bakauheni,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan Pelabuhan Celukan Bawang merupakan pelabuhan umum di bawah Pelindo yang melayani kapal domestik maupun internasional. Pada tahap awal pengembangan, dermaga satu direncanakan melayani kapal general cargo serta aspal curah cair dengan tambahan panjang 92 meter.

Selain itu, dermaga dua akan dikembangkan menjadi fasilitas multi-purpose yang melayani penumpang, general cargo, serta muatan curah kering. Rencana pengembangan dermaga dua mencakup penambahan panjang sekitar 60 meter untuk meningkatkan kapasitas pelayanan pelabuhan.

Dudy menyebut pengembangan Celukan Bawang merupakan bagian dari rencana lebih luas bersama beberapa pelabuhan lain yang disampaikan pemerintah daerah. Pelabuhan tersebut meliputi wilayah Sangsit, Amed, serta Gunaksa sebagai alternatif pendukung sistem penyeberangan di Bali.

Ia menegaskan pengalaman tahun ini menunjukkan perlunya antisipasi melalui penyediaan pelabuhan alternatif seperti di Lampung dan Banten. Pemerintah juga akan mengembangkan dermaga baru di Ketapang serta mencari lokasi pelabuhan pasangan di Gilimanuk dan area buffer zone untuk mengatasi lonjakan kendaraan saat hari raya.

“Sebagai salah satu solusi alternatif kita memerlukan area-area penampungan Pak. Untuk bisa mengatasi flow arus kendaraan yang begitu besar pada saat terjadinya pada saat event Hari Raya,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....