Harga Avtur Naik 38 Persen, Citilink Sesuaikan Harga Tiket
- 08 Apr 2026 14:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Citilink Indonesia akan menyesuaikan harga tiket seiring kenaikan harga avtur, termasuk penerapan fuel surcharge pada penumpang ekonomi domestik.
- Penyesuaian dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan operasional, daya beli masyarakat, serta dukungan kebijakan pemerintah seperti KM 83 Tahun 2026 dan insentif PPN DTP.
- Selain Citilink, Garuda Indonesia juga menaikkan tarif tiket 9–13 persen, dengan tetap menjaga layanan dan kepatuhan terhadap regulasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Citilink Indonesia (Citilink) akan menyesuaikan harga tiket pesawat seiring dengan kenaikan harga avtur yang berlaku sejak 1 April 2026. Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro.
Ia mengatakan, pihaknya terus memastikan keberlangsungan layanan penerbangan kepada masyarakat tetap terjaga. Citilink juga menjaga keterjangkauan tarif sesuai ketentuan yang berlaku sejalan dengan dukungan kebijakan pemerintah melalui KM 83 Tahun 2026.
Ia menambahkan bahwa penyesuaian komponen biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) terjadi pada tarif penumpang kelas ekonomi domestik. Serta, rencana implementasi insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11% untuk tiket pesawat.
"Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan industri penerbangan di tengah lonjakan signifikan harga avtur," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu 8 April 2026.
Ia menyebut Citilink akan melakukan penyesuaian harga dengan pendekatan yang terukur dan mempertimbangkan berbagai aspek. Termasuk keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, serta ketentuan regulator.
Sebagai langkah mitigasi, lanjutnya, Citilink juga melakukan penyesuaian terhadap sejumlah jadwal dan frekuensi penerbangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan operasional tetap berjalan secara efektif, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, evaluasi atas penyesuaian operasional dan tarif akan dilakukan Citilink secara berkala seiring dengan pergerakan harga avtur. Dengan begitu, kata dia, langkah-langkah yang diambil perusahaan tetap relevan dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional perusahaan.
"Ke depan, Citilink akan terus berkoordinasi erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan. Untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan dengan baik serta konektivitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga," ucapnya.
Sementara itu, Maskapai Garuda Indonesia akan memulai penyesuaian harga tiket penerbangan. Menyusul kebijakan pemerintah yang menetapkan kenaikan pada rentang 9-13%.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Glenny Kairupan mengatakan Garuda Indonesia akan memastikan keberlangsungan layanan penerbangan tetap terjaga. Hal ini sejalan dengan implementasi dukungan kebijakan Pemerintah melalui KM 83 Tahun 2026.
"Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....