Stok Beras Tertinggi, RI Siap Hadapi El Nino

  • 08 Apr 2026 12:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memastikan stok beras nasional berada di level tertinggi sepanjang sejarah
  • Cadangan beras mencapai sekitar 4,59 juta ton per April 2026
  • Stok beras dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10–11 bulan ke depan
  • Pemerintah mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan
  • Upaya dilakukan melalui percepatan tanam dan pengelolaan irigasi
  • Pemerintah menyalurkan alat dan mesin pertanian untuk mendukung produksi
  • Penyerapan gabah oleh Perum Bulog mencapai sekitar 1,6 juta ton
  • Kapasitas gudang Bulog dinilai masih mencukupi dengan tambahan fasilitas baru

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan cadangan beras pemerintah berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini dinilai cukup untuk menghadapi potensi El Nino tahun ini.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan cadangan beras mencapai 4,59 juta ton per 7 April 2026. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sepanjang pencatatan.

“Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan,” ucapnya dalam rilis resmi Kementan, Selasa, 7 April 2026.

Ia mengatakan pemerintah telah mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan. Dengan stok yang ada, kebutuhan pangan dinilai tetap dapat terpenuhi.

Menurutnya, musim kemarau diprediksi mulai April dan diawali di Nusa Tenggara Timur. Kemarau kemudian akan meluas dan mencapai puncaknya pada Agustus.

Untuk menjaga produksi, Kementerian Pertanian meminta pemerintah daerah memetakan wilayah rawan kekeringan. Selain itu, percepatan tanam dan pengelolaan air irigasi juga dilakukan.

Pemerintah juga menyiagakan alat dan mesin pertanian. Di antaranya pompa air, traktor, dan alat tanam untuk mendukung produksi.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan peningkatan stok tidak lepas dari penyerapan gabah dan beras dalam negeri. Hingga awal April, penyerapan mencapai 1,6 juta ton.

Menurutnya, kapasitas gudang Bulog masih mencukupi dan menambah kapasitas melalui sewa dan pembangunan gudang baru. “Buffer stock Bulog dalam kondisi aman dan berlimpah,” ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga. Stok beras dinilai cukup untuk menghadapi dinamika global dan perubahan iklim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....