Keterlambatan Penanganan Dampak Banjir, Komisi IV DPR Khawatirkan Nasib Petani

  • 08 Apr 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman mengingatkan, pemerintah tidak mengulangi keterlambatan penanganan dampak banjir
  • Politikus PDIP ini menegaskan, dampak keterlambatan dan ketidakcermatan dalam mendiagnosa banjir akan menyebabkan petani makin menderita
  • Artinya, rehabilitasi sawah ini akan membutuhkan waktu lebih panjang seiring teknis pengerjaannya yang komplek

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengingatkan pemerintah tidak mengulangi keterlambatan penanganan dampak banjir. Khususnya penanganan dampak banjir akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, Aceh, hingga Demak, Jawa Tengah.

Politikus PDIP ini menegaskan, dampak keterlambatan dan ketidakcermatan dalam mendiagnosa banjir akan menyebabkan petani makin menderita. "Selain gagal panen, juga akan membuat petani kita tak bisa menggarap sawahnya kembali dalam waktu cepat,” kata Alex dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Dalam merehabilitasi sawah terdampak banjir ini, Alex mengungkapkan, bukan seperti pengerjaan proyek secara umum. "Artinya, rehabilitasi sawah ini akan membutuhkan waktu lebih panjang seiring teknis pengerjaannya yang komplek,” ucap Alex.

Penilaian Alex ini, merujuk perkembangan rehabilitasi sawah yang dituntaskan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra. Tepatnya, per tanggal 28 Maret 2026.

“Pemerintah perlu segera melakukan upaya percepatan dalam rehabilitasi sawah ini. Di tengah situasi global yang tak menentu, perbaikan sawah terdampak banjir ini harusnya jadi prioritas, dituntaskan dalam waktu cepat,” ujar Alex.

Diketahui, saat ini baru 991 hektare sawah yang telah berhasil direhabilitasi. Tepatnya, dari total 42.702 hektar sawah yang jadi sasaran rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana di Pulau Sumatra.

Artinya, baru 2,32 persen, sementara yang dalam proses penanganan seluas 5.333 hektare. Satgas Percepatan Rehabilitasi Sumatra dibentuk melalui Keppres 1/2026.

Satgas ini, memimpin pemulihan cepat bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat ini. Secara rinci baru merehabilitas 42 hektare sawah dari 31.464 hektare yang jadi sasaran rehabilitasi di Aceh.

Kemudian, 170 hektare sawah di Sumatera Utara berhasil direhabilitasi dari target 7.336 hektare sawah. Adapun di Sumatera Barat, 779 hektare berhasil direhabilitasi dari target 3.902 hektare.

Diketahui, banjir berulang di Demak ini, dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang, akhir pekan lalu. Dampaknya telah merendam 671 hektare lahan persawahan, kemudian, juga merendam ribuan rumah serta membuat ribuan warga mengungsi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....