Komisi IV DPR Dorong Ada Skema Pemulihan Sawah yang Terdampak Banjir
- 07 Apr 2026 19:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman mengingatkan pemerintah untuk tidak mengulangi keterlambatan penanganan dampak banjir akibat bencana hidrometeorologi. Khususnya yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan Demak, Jawa Tengah.
“Keterlambatan dan ketidakcermatan dalam mendiagnosa dampak banjir, akan menyebabkan petani makin menderita. Selain gagal panen yang sudah di depan mata, juga akan membuat petani kita tak bisa menggarap sawahnya kembali dalam waktu cepat,” kata Alex Indra Lukman, Selasa, 7 April 2026.
Seperti diketahui, banjir parah tengah melanda Kabupaten Demak usai jebolnya tanggul Sungai Tuntang, akhir pekan lalu. Selain merendam ribuan rumah dan membuat ribuan warga mengungsi, banjir berulang di Demak ini juga merendam 671 hektare lahan persawahan.
Alex pun mengingatkan pentingnya pemulihan atau rehabilitasi sawah terdampak banjir. “Rehabilitasi sawah terdampak banjir ini, bukan seperti pengerjaan proyek secara umum," ucapnya.
Penilaian Alex ini merujuk pada perkembangan rehabilitasi sawah yang dituntaskan Satgas PRR (Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera) per tanggal 28 Maret 2026. Dari total 42.702 hektar sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera dan Aceh, baru 991 hektare sawah yang telah berhasil direhabilitasi.
Artinya, baru 2,32 persen. Sementara, yang dalam proses penanganan seluas 5.333 hektare.
“Kita mendesak pemerintah untuk segera melakukan upaya percepatan dalam rehabilitasi sawah ini. Di tengah situasi global yang tak menentu, perbaikan sawah terdampak banjir ini harusnya jadi prioritas yang harus dituntaskan dalam waktu cepat,” katanya.
Dalam banyak kasus, tutur Legislator dari Dapil Sumatera Barat I itu, beban terbesar akibat banjir ini justru muncul setelah banjir surut. Tepatnya saat petani harus memulai kembali dari titik nol dengan daya tahan ekonomi yang semakin tipis.
“Maka penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa penanganan tidak berhenti pada pencatatan luas lahan terdampak semata,” katanya. Alex menilai, yang lebih menentukan adalah apakah lahan masih dapat diselamatkan dalam musim tanam berjalan.
“Lalu bagaimana distribusi bantuan benih dan sarana produksi dilakukan. Serta sejauh mana perlindungan asuransi pertanian benar-benar bekerja pada wilayah rawan berulang,” katanya.
Alex yang juga Ketua Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR RI, mendorong Pemerintah segera menyiapkan skema pemulihan ratusan hektar sawah yang terdampak banjir parah di Demak, Jawa Tengah. Ia menyebut pemulihan harus segera dilakukan agar tidak berpengaruh terhadap pasok rantai pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....