Banjir Demak Terus Berulang, Puan Minta Risiko Lama Harus Segera Diatasi

  • 06 Apr 2026 14:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti banjir besar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang menyebabkan seorang anak berusia 8 tahun meninggal dunia. Ia pun meminta Pemerintah segera mengatasi banjir berulang di Demak ini.

“Banjir di Demak ini sudah sering terjadi, dan menjadi catatan kita bersama. Tentunya menjadi keprihatinan bagi DPR karena banjir kali ini menyebabkan adanya korban jiwa, dan dukacita mendalam kami sampaikan kepada pihak keluarga,” kata Puan, Senin (6/4/2026).

Seperti diketahui, banjir besar melanda Demak dipicu oleh jebolnya tanggul serta meluapnya air Sungai Tuntang pada Jumat (3/4) pagi, yang kemudian merendam permukiman, fasilitas umum, hingga lahan pertanian. Tanggul yang jebol tercatat berada di beberapa titik, dengan panjang sekitar 30 meter 10 meteran, dan 15 meter.

Banjir juga menyebabkan satu orang anak berusia 8 tahun, warga, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, meninggal dunia. Korban disebut hanyut terbawa arus banjir saat tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat (3/4) siang.

Berdasarkan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, banjir merendam delapan desa di empat kecamatan. Data sementara hingga Sabtu (4/4) mencatat sebanyak 2.839 warga harus mengungsi akibat bencana tersebut.

Puan mengingatkan Pemerintah untuk memastikan keselamatan masyarakat, termasuk segera menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Demak. “Baik yang berada di pengungsian, atau warga yang memilih bertahan di rumahnya," katanya.

Diinformasikan, sejumlah rumah di Demak mengalami rusak berat usai banjir besar akibat tanggul jebol. Beberapa rumah hanya menyisakan atap, bahkan beberapa di antaranya menyisakan fondasi dan tidak lagi bisa ditempati karena bangunan hanyut tersapu banjir.

Warga terdampak mengungsi di sejumlah titik. Sejumlah pengungsi dilaporkan membutuhkan penanganan kesehatan.

“Penting agar instansi terkait segera memberi penanganan kesehatan bagi warga korban banjir yang membutuhkan. Lakukan jemput bola dengan memeriksa kondisi di setiap wilayah maupun pengungsian,” kata Puan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....