Sektor Perikanan Nasional Catat Pertumbuhan Positif di tengah Tekanan Global
- 07 Apr 2026 19:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan sektor perikanan tetap mencatat produksi dan ekspor stabil meski menghadapi tantangan global
- Produksi perikanan Indonesia mencapai 26,25 juta ton pada 2025 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 3,8 persen
- Nilai ekspor perikanan menyentuh 6,27 miliar dolar AS, sementara ketersediaan ikan nasional dipastikan aman hingga Juni 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan kinerja sektor perikanan nasional tetap menunjukkan capaian produksi dan ekspor yang terjaga di tengah tantangan global. Ia menegaskan bahwa sektor kelautan masih mampu mencatat pertumbuhan positif berdasarkan data terbaru pemerintah.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional hingga saat ini tetap menunjukkan capaian produksi dan ekspor yang terjaga dengan baik,” katanya dalam raker dan RDP dengan Menteri Pertanian/Kepala Bapanas, Menteri Kelautan dan Perikanan, Direktur Utama Perum BULOG, Direktur Utama PT PUPUK INDONESIA, dan Direktur Utama PT RNI/ID FOOD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Ia menyebut produksi kelautan dan perikanan Indonesia terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 3,8 persen pada tahun 2025. Total produksi mencapai 26,25 juta ton yang terdiri dari perikanan laut, tangkap, serta budidaya di berbagai wilayah.
Menurutnya, nilai ekspor produk perikanan Indonesia juga meningkat hingga mencapai 6,27 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2025. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir meskipun mengalami perlambatan pada awal tahun berikutnya.
Ia menjelaskan bahwa hingga Februari 2026 nilai ekspor tercatat sebesar 960 juta dolar Amerika Serikat secara tahunan. Namun demikian, ia berharap tren tersebut segera meningkat setelah penyelesaian berbagai kendala perdagangan internasional.
Ia menambahkan pemerintah memproyeksikan produksi ikan nasional mencapai 10,57 juta ton pada periode April hingga Desember 2026. Berdasarkan pemantauan di delapan kota besar, ketersediaan ikan nasional masih berada pada kategori aman hingga Juni 2026.
“Angka ini terdiri dari kontribusi produksi ikan tangkap sebesar 5,42 juta ton, serta produksi ikan budidaya sebesar 5,15 juta ton. KKP terus memantau secara ketat komoditas utama perikanan di delapan kota besar yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa cadangan beras 4,6 juta ton aman menghadapi ancaman kemarau ekstrem. Persediaan pangan nasional tersebut sanggup memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia hingga sebelas bulan ke depan.
Amran menjelaskan bahwa jumlah cadangan beras per tanggal 7 April 2026 telah menembus angka tertinggi. Capaian tersebut diklaim sebagai rekor stok paling besar sepanjang sejarah perjalanan sektor pertanian di tanah air.
“Jadi kemarin 4,5 sekarang 4,6 juta ton, ini tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan,” ujar Amran dalam raker dan RDP dengan Menteri Pertanian/Kepala Bapanas, Menteri Kelautan dan Perikanan, Direktur Utama Perum BULOG, Direktur Utama PT PUPUK INDONESIA, dan Direktur Utama PT RNI/ID FOOD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Pemerintah memproyeksikan persediaan pangan tetap stabil meski fenomena iklim El Nino diperkirakan akan berlangsung selama enam bulan. Ia optimistis kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi walaupun ketegangan geopolitik global mulai mengganggu rantai pasok pangan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....