Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Melonjak Tinggi
- 07 Apr 2026 10:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nafta merupakan turunan minyak bumi yang menjadi bahan baku penting dalam industri petrokimia untuk menghasilkan plastik.
- Nafta diolah melalui proses cracking menjadi etilena dan propilena, lalu diproduksi menjadi berbagai produk plastik sehari-hari.
- Ketergantungan pada minyak bumi membuat harga plastik sangat sensitif terhadap kondisi global, termasuk kenaikan harga energi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Belakangan ini, banyak pelaku usaha hingga konsumen mulai merasakan dampak dari kenaikan harga plastik yang cukup drastis. Mulai dari kantong belanja, kemasan makanan, hingga kebutuhan industri, semuanya mengalami kenaikan harga.
Fenomena ini bukan terjadi tanpa sebab, salah satu faktor utama yang menjadi sorotan adalah nafta. Sebuah bahan turunan minyak bumi yang sangat vital dalam industri plastik.
Lalu, sebenarnya apa itu nafta minyak bumi, dan mengapa keberadaannya bisa membuat harga plastik melonjak tajam? Melansir berbagai sumber, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Nafta Minyak Bumi?
Nafta (naphtha) adalah produk turunan dari minyak bumi yang dihasilkan melalui proses penyulingan. Cairan ini memiliki sifat mudah menguap dan menjadi bahan baku utama dalam industri petrokimia.
Secara sederhana, nafta berfungsi sebagai “bahan dasar”. Khususnya untuk menghasilkan berbagai zat kimia penting seperti: Etilena dan Propilena.
Kedua senyawa tersebut kemudian diolah menjadi berbagai jenis plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Itu artinya, hampir semua produk plastik yang Anda gunakan sehari-hari, mulai dari botol minum, kemasan makanan, hingga plastik belanja.
Bagaimana Nafta Diolah Menjadi Plastik?
1. Minyak bumi disuling, lalu menghasilkan nafta
2. Nafta lalu diproses di pabrik petrokimia (cracking).
3. Menghasilkan etilena & propilena
4. Diolah menjadi resin plastik (biji plastik)
5. Diproduksi jadi berbagai produk plastik
Karena proses ini sangat bergantung pada minyak bumi, maka harga plastik sangat sensitif terhadap kondisi energi global. Kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini bukan hanya karena satu faktor, melainkan kombinasi dari beberapa kondisi global yang saling berkaitan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....