Ketergantungan Impor Membuat Harga Plastik dan Produk Plastik Melambung

  • 03 Apr 2026 21:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kenaikan harga plastik dan produk dari plastik tak terbendung akibat konflik di Timur Tengah. Apalagi Indonesia masih mengandalkan impor yang membuat harga plastik semakin mahal
  • Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Februari 2026, impor plastik dan barang dari plastik nilainya mencapai USD873,2 juta
  • Asal impor komoditi ini antara lain dari Tiongkok senilai USD380,1 juta. Selain itu dari Thailand senilai USD82,7 juta dan dari Korea Selatan senilai USD66,7 juta

RRI.CO.ID, Jakarta – Kenaikan harga plastik dan produk dari plastik tak terbendung akibat konflik di Timur Tengah. Apalagi Indonesia masih mengandalkan impor yang membuat harga plastik semakin mahal.

Kenaikan harga plastik mulai terasa memasuki bulan April 2026, karena harganya melonjak drastis antara 30-50 persen. Sebagai contoh, plastik kresek yang harganya semula Rp15.000 per kemasan sekarang harganya bisa mencapai Rp25.000.

Konflik di Timur Tengah membuat pasokan pasokan bahan baku plastik terganggu. Selain harga bahan bakunya sendiri yang berbasis minyak bumi juga mengalami kenaikan, seiring naiknya harga minyak.

Di sisi lain, Indonesia masih banyak mengimpor plastik dan barang dari plastik (kode HS 39). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Februari 2026, impor plastik dan barang dari plastik nilainya mencapai USD873,2 juta.

“Asal impor komoditi ini antara lain dari Tiongkok senilai USD380,1 juta. Selain itu dari Thailand senilai USD82,7 juta dan dari Korea Selatan senilai USD66,7 juta,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dikutip Jumat, 3 April 2026.

Sementara bahan baku plastik berupa nafta banyak diimpor dari Timur Tengah. Untuk Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, akan mencari negara alternatif untuk impor nafta.

“Kita carikan alternatif bahan baku termasuk nafta itu dari India, Afrika dan Amerika. Namun untuk in ikan butuh proses, tidak biasa instan,” ujanya.

Nafta merupakan produk turunan minyak bumi yang diolah menjadi bahan baku plastik seperti etilena dan propilena. Sementara itu kode barang HS 39 cakupannya mulai dari pipa, selang, kemasan plastik untuk makanan, hingga perlengapan rumah tangga yang terbuat dari plastik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....